Samarinda, Natmed.id – Wali Kota Samarinda Andi Harun meresmikan penggunaan Masjid Hubbul Wathon yang berdiri megah di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Loa Janan Ilir.
Andi Harun menyoroti pentingnya perubahan status masjid dari tempat ibadah terbatas di kawasan industri menjadi pusat syiar Islam yang terbuka bagi publik luas.
Ia mengapresiasi langkah strategis pengurus yang memindahkan lokasi masjid demi menjamin keamanan jemaah dari kepadatan lalu lintas alat berat.
“Tentu kita bersyukur, Masjid Hubbul Wathon kini berada di tempat yang sangat representatif. Lokasinya yang berada di pinggir jalan utama memudahkan siapa saja untuk singgah. Ini adalah langkah maju bagi syiar Islam di Loa Janan Ilir,” ujar Andi Harun kepada wartawan, Minggu, 5 April 2026.
Andi Harun menegaskan bahwa relokasi ini bukan sekadar pemindahan fisik bangunan, melainkan bentuk perlindungan terhadap warga yang ingin beribadah.
“Kita tahu risiko di area industri dengan kendaraan beratnya. Dengan posisi sekarang, masjid ini tidak hanya menjadi milik warga sekitar, tapi juga menjadi tempat berteduh dan beribadah bagi para musafir yang sedang dalam perjalanan,” lanjutnya.
Selain aspek lokasi, Andi Harun juga terkesan dengan laporan mengenai program Sedekah Sampah yang dikelola masjid sebagai sumber pendanaan sosial. Ia memandang hal ini sebagai fondasi kebangkitan ekonomi umat yang dimulai dari rumah ibadah.
“Saya mendengar tadi ada program sedekah sampah yang dikonversi menjadi dana untuk Jumat Berkah. Ini luar biasa dan patut kita apresiasi. Masjid memang harus memiliki kemandirian ekonomi. Jangan sampai masjid hanya menjadi tempat ibadah ritual, tapi juga harus menjadi motor penggerak kebersihan dan kesejahteraan ekonomi jemaah,” tegas Andi Harun.
Terkait aspirasi pengurus mengenai keterbatasan armada ambulans untuk melayani warga sekitar, Wali Kota Andi Harun berkomitmen memberikan solusi nyata melalui kebijakan pemerintah kota.
“Mengenai aspirasi ambulans, saya sudah catat. Fasilitas ini menyangkut nyawa dan pelayanan darurat warga. Pemerintah Kota Samarinda akan memberikan perhatian serius. Kami akan koordinasikan agar kebutuhan jemaah di Masjid Hubbul Wathon ini bisa segera terfasilitasi dengan baik,” janjinya.
Andi Harun menekankan bahwa sesuai namanya, masjid ini harus menjadi tempat persemaian rasa cinta tanah air dan persatuan masyarakat di tengah keberagaman.
“Nama masjid ini sangat indah, Hubbul Wathon, yang berarti Cinta Tanah Air. Ini adalah pesan bahwa kesalehan seseorang harus berbanding lurus dengan kecintaannya pada negeri dan kotanya. Saya titip kepada seluruh jemaah, jaga masjid ini dengan baik. Jangan sampai masjidnya bagus tapi sepi jemaah,” pungkasnya.
Acara peresmian ini diakhiri dengan penandatanganan prasasti, yang menandai Masjid Hubbul Wathon resmi menjadi pusat peradaban baru bagi warga Samarinda Seberang dan sekitarnya.
