Samarinda, Natmed.id – Sebanyak 1.024 calon jemaah haji (CJH) Kota Samarinda tahun 2026 resmi dilepas Pemerintah Kota Samarinda dalam kegiatan manasik haji terintegrasi di Gor Segiri, Minggu 5 April 2026.
Wali Kota Andi Harun memberikan pembekalan langsung kepada 1.024 jemaah. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental, fisik, serta akhlak selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Menurutnya, ibadah haji merupakan rangkaian ujian yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual. Ia menegaskan, salah satu puncak ibadah yang harus dipahami dengan baik adalah wukuf di Arafah.
“Wukuf itu adalah haji. Kalau ada orang tidak wukuf maka tidak ada hajinya. Jadi fokus di situ, jangan sampai sibuk dengan hal-hal lain,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan kondisi cuaca ekstrem yang akan dihadapi jemaah, khususnya saat puncak pelaksanaan ibadah haji yang diperkirakan bertepatan dengan suhu sangat tinggi di Arab Saudi.
“Diperkirakan suhu bisa mencapai 38 sampai 50 derajat Celsius. Bukan hanya panas, tapi sangat panas dan kering. Jadi jemaah harus tahu apa yang perlu disiapkan agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah,” ujarnya.
Menurutnya, banyak jemaah yang justru kehilangan fokus saat berada di Arafah karena terlalu memikirkan kondisi fisik, seperti panas dan kebutuhan air minum, hingga melupakan esensi ibadah.
“Jangan sibuk cari air minum karena panas sampai zikir ditinggalkan. Minum perlu, tapi harus disiapkan supaya tidak mengganggu ibadah,” pesannya.
Selain itu, berbagai potensi pelanggaran yang kerap terjadi saat berhaji, mulai dari emosi, keluhan berlebihan, hingga tindakan yang tidak mencerminkan nilai ibadah.
“Kadang ada yang karena sandal hilang malah mengambil sandal orang. Itu bagian dari maksiat. Haji itu modalnya sabar,” katanya.
Terdapat tiga hal utama yang harus dihindari selama berhaji, yakni berkata kotor (rafats), berbuat maksiat (fusuq), dan bertengkar (jidal).
“Tidak boleh berkata-kata kotor, tidak boleh bermaksiat, dan tidak boleh bertengkar. Bahkan suami istri pun jangan sampai bertengkar di sana,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan ibadah, ia juga mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri melakukan amalan sunah jika berpotensi mengabaikan kewajiban, seperti memaksakan mencium Hajar Aswad di tengah kerumunan.
“Mencium Hajar Aswad itu sunah, tapi menjaga kehormatan dan keselamatan itu wajib. Jangan mengejar yang sunah sampai mengorbankan yang wajib,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan jemaah untuk tidak melakukan praktik yang tidak memiliki dasar tuntunan dalam syariat.
“Berdoa saja yang baik-baik, jangan melakukan hal-hal yang tidak dicontohkan oleh nabi,” katanya.
Tak hanya soal ibadah, Andi Harun juga mengingatkan jemaah untuk siap menghadapi kondisi lapangan, termasuk keterbatasan fasilitas di Mina yang sering menjadi ujian kesabaran.
“Nanti di Mina itu ujiannya berat. WC terbatas, air terbatas. Kalau tidak sabar, bisa keluar kata-kata yang tidak baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya efisiensi dalam membawa perlengkapan selama berhaji, mengingat aktivitas jemaah yang lebih banyak berfokus pada ibadah.
“Di sana itu aktivitas kita hanya masjid, hotel, masjid. Tidak perlu membawa banyak barang supaya tidak merepotkan,” katanya. Sebaik-baik bekal adalah takwa, itu yang harus kita pegang,” pesannya.
Sementara itu, salah satu calon jemaah haji asal Samarinda, Muzakar (74), mengaku haru dan bersyukur akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci setelah menunggu lebih dari satu dekade sejak mendaftar pada 2012.
“Saya daftar dari 2012, alhamdulillah sekarang bisa berangkat. Rasanya lega sekali karena penantian panjang ini akhirnya terwujud. Ini kesempatan yang sangat saya syukuri,” ujarnya.
Ia berharap seluruh rangkaian ibadah yang akan dijalani dapat berjalan lancar, serta dirinya diberikan kesehatan dan kekuatan selama di Tanah Suci. Muzakar juga mengaku telah mempersiapkan diri secara fisik dan mental agar mampu mengikuti seluruh proses ibadah haji dengan baik.
“Semoga ibadah kami semua lancar, diberi kesehatan, dan bisa menjalankan semua rukun dengan sempurna. Harapan saya tentu bisa menjadi haji yang mabrur dan pulang membawa perubahan yang lebih baik,” tambahnya.
