Hukum

Tiga Jari Manusia dalam Toples di Samarinda Masih Misterius

Teks: Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar Saat Wawancara Bersama Awak Media, Senin,13/4/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Warga Jalan Rimbawan 1, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda digegerkan dengan temuan potongan jari manusia di dalam sebuah toples pada Sabtu 11 April 2026 pagi.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pemilik potongan tubuh tersebut.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi awal melalui sistem Inafis, namun belum membuahkan hasil.

“Untuk jari, sampai sekarang anggota masih melakukan penyelidikan. Setelah dicek melalui alat Inafis, identitasnya belum muncul,” ujarnya saat diwawancarai awak media, Senin 13 April 2026.

Ia menjelaskan, kondisi barang bukti masih memerlukan penanganan lebih lanjut sebelum proses identifikasi lanjutan dilakukan.

“Sekarang masih kita bersihkan dulu, kita sterilkan jarinya, dan kita juga bekerja sama dengan pihak Rumah Sakit AWS,” katanya.

Jika proses identifikasi di daerah belum membuahkan hasil, polisi akan menggandeng laboratorium forensik di luar daerah untuk membantu pengungkapan.

“Kalau nanti masih belum teridentifikasi, kita akan koordinasikan dengan laboratorium forensik di Surabaya untuk membantu proses pencarian identitas,” tambahnya.

Dari hasil pengamatan awal, potongan jari tersebut diduga milik manusia. Bahkan, aparat menduga kuat berasal dari seorang laki-laki, meski belum bisa dipastikan secara ilmiah.

“Pasti itu jari manusia, karena terlihat jelas ruas-ruasnya. Dugaan sementara laki-laki, tapi itu belum bisa kami simpulkan secara resmi,” tegas Hendri.

Terkait penyebab terputusnya jari tersebut, polisi belum dapat memastikan apakah akibat kekerasan atau faktor lain. Minimnya barang bukti dan keterangan membuat penyelidikan masih bersifat awal.

“Belum bisa kita simpulkan, karena kita belum punya keterangan apa-apa. Baru menemukan tiga jari itu saja di dalam toples,” ujarnya.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa tiga orang saksi, termasuk warga yang pertama kali menemukan serta pihak lingkungan setempat.

“Saksi yang sudah kita periksa ada tiga orang, yaitu yang menemukan pertama kali dan pihak RT setempat,” ungkapnya.

Polisi juga belum dapat memastikan apakah potongan jari tersebut berasal dari warga sekitar lokasi penemuan. Namun, langkah antisipasi telah dilakukan dengan menyebarkan informasi ke aparat kewilayahan.

“Kita belum bisa menyimpulkan apakah dari warga sekitar. Tapi kita sudah sosialisasikan ke Bhabinkamtibmas dan Babinsa, kalau ada warga yang hilang atau mengalami kehilangan jari, agar segera dilaporkan ke kami,” jelasnya.

Kasus ini kini ditangani oleh Satreskrim Polresta Samarinda. Polisi memastikan akan terus mengembangkan penyelidikan, termasuk menelusuri kemungkinan tindak pidana di balik temuan potongan tubuh tersebut.

Related posts

Pemulung Ditemukan Meninggal di Gunung Sampah

Aditya Lesmana

Bentrok Nelayan Pecah di Pelabuhan Pasuruan, Beberapa Perahu Diduga Dibakar

Sahal

Integritas Faktor Utama Mencegah Kepala Daerah Terjerumus Korupsi

Nediawati