Kutai Kartanegara, Natmed.id – Warung Puncak milik Wahid Puncak di Desa Perangat Selatan, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara tetap beroperasi pada Hari Raya Iduladha di hari kedua, Kamis, 28 Mei 2026, meskipun jumlah pengunjung mengalami penurunan dibanding hari biasa.
Wahid menjelaskan bahwa warungnya mulai buka setelah waktu zuhur pada hari raya tersebut. Keputusan ini diambil karena mempertimbangkan aktivitas masyarakat yang cenderung fokus pada perayaan Iduladha.
“Kalau Iduladha tetap buka, tapi habis zuhur. Memang pengunjungnya tidak sebanyak hari biasa,” ujar Wahid saat ditemui di warungnya.
Menurutnya, perbedaan jumlah pembeli pada hari raya cukup terasa. Jika pada hari biasa warung ramai oleh pelanggan, maka saat Iduladha justru lebih sepi. Hal ini disebabkan masyarakat umumnya telah memiliki stok makanan dari pembagian daging kurban.
“Ya jelas berbeda. Orang-orang mungkin lebih fokus ke Iduladha dan sudah punya daging, sudah punya lauk di rumah,” tambahnya.
Meski demikian, Wahid tetap memilih membuka warung sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Ia mengaku lebih nyaman menghabiskan waktu di warung dibanding hanya berdiam diri di rumah.
“Kalau di rumah juga diam saja, jadi lebih baik masak di warung. Habis zuhur langsung ke sini,” katanya.
Berbeda dengan Iduladha, Wahid justru menutup warungnya saat Idulfitri. Ia mengaku mengambil waktu sekitar tiga hari untuk fokus menerima tamu di rumah.
“Kalau Idulfitri, saya tutup tiga hari. Itu memang saya khususkan untuk silaturahmi dan menerima tamu,” jelasnya.
Pada hari-hari biasa, Warung Puncak sudah mulai beroperasi sejak pagi. Wahid biasanya mulai memasak setelah mengantar anaknya ke sekolah. Namun, makanan baru siap disajikan sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 siang.
“Yang penting untuk makan siang sudah ready,” ungkapnya.
Sehari setelah Iduladha, warung kembali beroperasi normal sejak pagi hari. Meski jumlah pembeli masih belum ramai, Wahid tetap melayani pelanggan yang datang.
“Sudah ada beberapa pembeli, walaupun belum banyak,” katanya.
Ke depan, Wahid berharap usahanya dapat terus berkembang, baik dari segi pelayanan maupun kualitas makanan.
“Harapannya tentu lebih baik lagi ke depannya, dari penyajian dan semuanya. Yang penting sehat terus dan bisa terus bertemu dengan pelanggan,” tutupnya.
Warung ini tepat berada di km 73, Jalan Samarinda – Bontang, sisi sebelah kanan. Pengguna jalan bisa singgah di warung ini saat melintas. Menu disajikan antara lain nasi goreng, mie rebus, ayam dan nila goreng dengan harga ramah di kantong.
