Balikpapan, Natmed.id – Di saat sebagian besar tempat makan memilih tutup untuk merayakan Hari Raya Iduladha, Warung H Kasim di tepian laut Balikpapan justru menjadi magnet bagi para pencinta kuliner. Berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Klandasan Ilir, warung sederhana ini dipadati pengunjung sejak siang hingga menjelang malam.
Fenomena ini bukan tanpa alasan. Selain dikenal dengan menu khas seperti coto makassar dan konro, warung ini juga menawarkan pengalaman makan yang tidak biasa. Menyantap hidangan hangat ditemani semilir angin laut dan panorama matahari terbenam di ufuk barat Balikpapan.
Menjelang sore, suasana di warung semakin hidup. Kursi-kursi yang menghadap langsung ke laut hampir tak pernah kosong. Pengunjung tampak menikmati waktu santai bersama keluarga, teman, maupun pasangan, sembari menunggu momen sunset yang menjadi daya tarik utama.
Lala, salah satu pengunjung asal Samarinda, mengaku sengaja datang ke lokasi tersebut karena penasaran dengan suasana dan cita rasa yang ditawarkan.
“Saya sudah sering dengar, akhirnya mampir. Ternyata memang enak, kuahnya kental dan dagingnya empuk. Harganya juga masih ramah di kantong. Bonusnya ya ini, pemandangan lautnya bagus banget,” ujarnya, Rabu, 27 Mei 2026.
Menurutnya, perpaduan antara makanan dan suasana menjadi alasan kuat mengapa warung ini tetap ramai meski di hari besar keagamaan. Ia bahkan menyebut pengalaman makan di sana terasa lebih lengkap dibanding tempat lain.
“Jarang dapat tempat makan yang bisa sekalian healing. Makan enak, lihat laut, nunggu sunset. Jadi bukan sekadar makan, tapi juga menikmati suasana,” tambahnya.
Tak hanya dari luar kota, pengunjung lokal Balikpapan pun tampak memadati area tersebut. Banyak di antara mereka yang memilih Warung H Kasim sebagai alternatif, mengingat terbatasnya pilihan kuliner yang buka saat Iduladha.
Salah seorang pelayan warung mengungkapkan bahwa keputusan untuk tetap buka di hari raya memang sudah direncanakan sebelumnya. Mereka melihat adanya kebutuhan masyarakat akan tempat makan di tengah libur panjang.
“Justru hari ini lebih ramai dari biasanya. Banyak yang datang karena tempat lain tutup. Kami sengaja buka supaya tetap bisa melayani,” katanya.
Menurutnya, kondisi ini memberikan dampak positif tidak hanya bagi usaha, tetapi juga bagi para pekerja yang tetap mendapatkan penghasilan.
“Ya sama-sama saling bantu. Pengunjung tetap bisa makan, kami juga tetap dapat rezeki. Apalagi suasana di sini memang lagi bagus kalau sore,” jelasnya.
Dengan kombinasi rasa khas, harga yang terjangkau, serta panorama laut yang memikat, Warung H Kasim membuktikan bahwa momen hari raya juga bisa menjadi peluang. Di tengah keterbatasan pilihan, tempat ini justru hadir sebagai jawaban bagi mereka yang ingin menikmati kuliner sekaligus suasana berbeda di Kota Minyak.
