Samarinda, Natmed.id – Bukan sekadar seremoni kelulusan, pelepasan siswa Kelas VI Angkatan XIV SD Fastabiqul Khairat Samarinda menjadi panggung refleksi tentang masa depan generasi muda Kalimantan Timur. Mengusung tema Legaxivion: Energi Positif, Langkah Tanpa Batas, acara yang digelar di Hotel Puri Senyiur, Sabtu, 30 Mei 2026, menegaskan pentingnya investasi pendidikan sejak dini di tengah arus perubahan zaman.
Sebanyak 102 siswa resmi dilepas setelah dinyatakan lulus seluruhnya. Namun lebih dari itu, momen ini menjadi simbol dimulainya perjalanan baru bagi generasi yang disebut sebagai Generasi Alpha—kelompok yang tumbuh di era digital dengan tantangan dan peluang yang jauh berbeda dibanding generasi sebelumnya.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menyoroti peran strategis generasi muda dalam pembangunan daerah. Menurutnya, Kalimantan Timur saat ini berada pada fase penting, terutama dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor.
“Anak-anak ini adalah bagian dari generasi emas masa depan. Mereka harus dipersiapkan dengan baik, karena ke depan persaingan semakin ketat dan kebutuhan akan sumber daya manusia unggul semakin tinggi,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mendukung pendidikan, salah satunya melalui program pendidikan gratis bagi masyarakat. Kebijakan tersebut diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Kehadiran Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud dan istri—yang juga merupakan orang tua siswa—menambah nuansa personal dalam acara tersebut. Hal ini mencerminkan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab institusi, tetapi juga melibatkan peran aktif keluarga dan seluruh elemen masyarakat.
Di sisi lain, Kepala SD Fastabiqul Khairat Supriyati menilai keberhasilan para siswa tidak lepas dari sinergi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekolah. Ia berharap para lulusan mampu menjaga karakter dan prestasi saat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Prosesi pelepasan atribut siswa oleh Wakil Gubernur Seno Aji menjadi salah satu momen paling berkesan. Tindakan tersebut bukan hanya simbol kelulusan, tetapi juga penanda bahwa para siswa siap melangkah ke fase kehidupan yang lebih luas.
Acara ditutup dengan penampilan seni siswa yang menggambarkan kreativitas dan potensi mereka, sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya tentang akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan ekspresi diri.
Melalui Legaxivion 2026, SD Fastabiqul Khairat tidak hanya melepas lulusan, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang siap menghadapi masa depan tanpa batas.
