Kalimantan Timur

Setelah Lama Terbengkalai, Hotel Atlet Kadrie Oening Siap Beroperasi Komersial

Teks: Kepala BPKAD Kaltim Ahmad Muzakkir Saat Wawancara, Minggu,29/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Setelah hampir dua dekade terbengkalai, Hotel Atlet di kawasan Gelanggang Olahraga (Gelora) Kadrie Oening akhirnya disiapkan untuk beroperasi secara komersial.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kini menggandeng perusahaan daerah untuk mengelola aset tersebut secara profesional dengan harapan mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim Ahmad Muzakkir menjelaskan bahwa pengelolaan hotel telah diserahkan kepada PT Kaltim Melati Bhakti Satya (MBS) sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan aset pemerintah.

“Untuk hotel atlet, saat ini sudah dikelola oleh perusahaan daerah kita, MBS. Harapan kami pengelolaannya bisa berjalan secara profesional,” ujarnya saat wawancara, Minggu 29 Maret 2026.

Keberadaan hotel ini diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas penunjang olahraga, tetapi juga mampu memberikan layanan akomodasi yang representatif bagi tamu-tamu yang berkunjung ke Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya Samarinda.

“Kita ingin menghadirkan hotel milik pemerintah yang representatif, yang bisa melayani berbagai kunjungan di Kaltim dan Samarinda,” katanya.

Dari sisi infrastruktur, perbaikan hotel sebenarnya telah dimulai sejak beberapa waktu lalu oleh pemerintah. Namun, setelah kerja sama pengelolaan berjalan, pembiayaan lanjutan menjadi tanggung jawab pihak pengelola.

“Perbaikannya sudah dilakukan sejak awal oleh pemerintah. Setelah kerja sama, pembiayaan dilanjutkan oleh perusahaan pengelola,” jelas Muzakkir.

Terkait insiden kebakaran yang sempat terjadi, ia memastikan kerusakan tidak signifikan dan hanya terjadi pada aspek teknis.

“Kalau tidak salah itu hanya di bagian elektrikal saja, jadi tidak berdampak besar. Sekarang sudah berfungsi dengan baik,” ungkapnya.

Bahkan sebelum resmi dibuka untuk umum, hotel yang kini dikenal sebagai Hotel Claro Pandurata tersebut telah mulai dimanfaatkan untuk sejumlah kegiatan pemerintahan.

“Beberapa event sudah dilaksanakan di sana. Pemerintah juga sudah menggunakan fasilitas itu untuk kegiatan,” tambahnya.

Hotel ini memiliki kapasitas cukup besar dengan total 273 kamar berbagai tipe, mulai dari Deluxe hingga Grand Deluxe, serta dilengkapi fasilitas penunjang seperti ruang pertemuan skala kecil hingga atrium besar. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi daya tarik utama untuk mendukung kegiatan rapat dan event, khususnya dari instansi pemerintah daerah.

Pemprov Kaltim pun menargetkan hotel ini mampu menghasilkan omzet hingga Rp24 miliar pada tahun pertama operasionalnya.

Strategi utama yang diandalkan adalah memaksimalkan penggunaan hotel untuk kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD), baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sehingga perputaran anggaran tetap berada di dalam daerah.

Related posts

Proyek IKN Jadi Tantangan Pengembangan Destinasi Pariwisata di Kaltim

Irawati

Pancasila Jadi Kompas Pembangunan, Kesbangpol Kaltim Fokus Bina Generasi Muda

Nanda

Kemenkum Kaltim Lantik Penyidik Satpol PP Kutai Kartanegara

Aminah