Samarinda, Natmed.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar lomba Cerdas Cermat Islami PANdai 2026 yang diikuti pelajar tingkat SMA dan pondok pesantren.
Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan wawasan keislaman sekaligus ruang interaksi generasi muda dengan partai politik.
Sekretaris DPW PAN Kaltim Jasno menjelaskan kegiatan tersebut sebenarnya menjadi bagian dari rangkaian kompetisi yang pemenangnya direncanakan mengikuti babak final di Jakarta. Namun rencana itu harus dibatalkan karena keterbatasan tiket penerbangan.
Panitia awalnya menargetkan peserta terbaik dari Kaltim dapat diberangkatkan ke tingkat nasional. Tetapi kondisi transportasi dan harga tiket yang sangat tinggi membuat rencana tersebut tidak memungkinkan dilaksanakan tahun ini.
“Kami sebenarnya sudah merencanakan finalnya di Jakarta. Bahkan seharusnya hari ini peserta sudah bersiap berangkat karena besok ada technical meeting. Tapi tiket sangat sulit dan mahal, ada yang sampai Rp3 juta sampai Rp4 juta dengan waktu perjalanan sangat panjang,” ujar Jasno saat membuka kegiatan di Kantor DPW PAN Kaltim, Selasa 10 Maret 2026.
Jadwal penerbangan yang tersedia juga dinilai terlalu berat bagi para pelajar. Dalam beberapa pilihan penerbangan, perjalanan harus ditempuh dengan transit dan memakan waktu hingga lebih dari 12 jam.
“Kalau dipaksakan berangkat pagi, sampai malam baru tiba. Kami kasihan dengan anak-anak. Karena itu kami memutuskan tahun ini kegiatan cukup dilaksanakan di tingkat provinsi,” katanya.
Meski begitu, Jasno menegaskan lomba tersebut tetap menjadi langkah awal untuk membangun kegiatan yang lebih besar pada tahun berikutnya.
DPW PAN Kaltim menargetkan kompetisi serupa dapat dipersiapkan lebih matang sehingga pemenang benar-benar bisa mewakili daerah di tingkat nasional.
“Ini menjadi permulaan. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa melaksanakan kegiatan yang lebih besar, pesertanya lebih banyak, dan finalisnya benar-benar bisa kita kirim ke Jakarta,” jelasnya.
Selain lomba cerdas cermat, panitia juga memasukkan unsur dakwah dalam rangkaian kegiatan. Salah satunya berupa kemampuan pidato atau ceramah singkat yang diharapkan dapat ditampilkan oleh peserta.
“Kegiatan ini bukan hanya menjawab soal, tetapi juga bagian dari pembinaan dakwah. Dari setiap tim biasanya ada yang bisa menyampaikan ceramah atau pidato keislaman,” ujarnya.
Jasno juga menyebut kegiatan tersebut menjadi cara PAN untuk memperkenalkan dunia politik kepada pelajar secara lebih positif. Melalui kegiatan edukatif seperti lomba keagamaan, partai ingin membangun komunikasi dengan generasi muda sejak dini.
“PAN sebagai partai yang terbuka ingin berinteraksi dengan anak-anak kita di tingkat SMA. Jadi mereka bisa mengenal kegiatan politik secara lebih baik melalui kegiatan seperti ini,” katanya.
Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Kaltim Darlis Pattalongi menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya sekadar memenuhi agenda organisasi, tetapi juga bentuk kontribusi PAN dalam pengembangan pendidikan keislaman bagi pelajar.
“Kegiatan ini adalah bagian dari bagaimana PAN di Kalimantan Timur ingin memberikan sumbangsih dalam pengembangan wawasan keislaman bagi putra-putri kita,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah sekolah dan pondok pesantren yang mengirimkan peserta dalam kompetisi tersebut. Di antaranya Pesantren Tahfidzul Qur’an Mutiara Shirothol Mustaqim, Pondok Pesantren Al-Wa’id Samarinda, Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan dan MAN 2 Samarinda.
Meskipun kegiatan ini digelar secara mendadak dan dengan jumlah peserta terbatas, semangat pembinaan generasi muda tetap menjadi tujuan utama.
“Kita berharap kegiatan ini bisa memperkokoh landasan wawasan keislaman siswa. Walaupun tahun ini juaranya hanya sampai tingkat provinsi, mudah-mudahan ke depan bisa lebih besar lagi,” katanya.
Ia mengakui, sebenarnya masih ada waktu untuk mengirimkan peserta ke Jakarta jika dipaksakan. Namun biaya tiket yang melonjak hingga jutaan rupiah serta jadwal perjalanan yang tidak memungkinkan menjadi pertimbangan utama panitia.
“Tiket untuk besok bahkan ada yang sampai Rp7 juta dengan transit. Ada juga yang sampai Rp15 juta. Kalau berangkat mungkin bisa, tapi pulangnya tidak bisa karena mendekati Lebaran,” jelasnya.
Karena itu, DPW PAN Kaltim memutuskan pemenang lomba tahun ini cukup ditetapkan di tingkat provinsi. Panitia berharap kompetisi ini dapat menjadi awal tradisi kegiatan pendidikan dan dakwah bagi pelajar di daerah.
