Samarinda

Puncak Stelling Samarinda Wakili Kaltim, Kini Tembus 10 Besar Wisata Nasional

Salah satu pemandangan berupa sunset yang ditawarkan oleh Puncak Stelling, foto diambil pada Minggu,26/4/26 (Natmed.id/Dewi)

Samarinda, Natmed.id – Setelah sebelumnya sukses menyabet predikat juara pertama dalam lomba wisata tingkat Provinsi Kalimantan Timur, kini objek wisata yang terletak di Kecamatan Samarinda Ulu tersebut berhasil menembus jajaran 10 besar destinasi wisata terbaik di tingkat nasional.

Keberhasilan ini menempatkan Samarinda sebagai salah satu daerah dengan pengelolaan wisata berbasis masyarakat dan sejarah yang diperhitungkan secara nasional.

Teks: Pengelola Puncak Stelling Samarinda, Alwi saat diwawancara pada Minggu,26/4/26 (Natmed.id/Dewi)

Salah satu anggota pengelola Puncak Stelling, Alwi mengonfirmasi bahwa saat ini lokasi tersebut tengah menjadi representasi tunggal Kalimantan Timur dalam ajang kompetisi bergengsi tersebut.

“Puncak Stelling sedang mewakili tingkat nasional, sudah masuk 10 besar. Sebelumnya di lomba wisata se-Kalimantan Timur kami menjuarai satu, dan mewakili Kaltim untuk tingkat nasional,” ujar Alwi saat diwawancara pada Minggu, 26 April 2026.

Dibalik keindahan panorama city light Kota Samarinda yang ditawarkan, Puncak Stelling menyimpan rekam jejak sejarah yang mendalam sebagai aset Pemerintah Kota Samarinda sejak tahun 1970-an.

Alwi menjelaskan bahwa pemilihan nama “Stelling” bukan sekadar label keren, melainkan sebuah penghormatan terhadap fungsi strategis kawasan ini di masa kolonial.

“Stelling itu artinya pengintaian atau tempat pertahanan dari bahasa Belanda. Dulu kakek-kakek buyut kita yang veteran mempertahankan Kota Samarinda ini dari kapal-kapal Belanda, disiapkan meriam dari sini,” jelasnya.

Selain menjadi saksi bisu perjuangan fisik para veteran, kawasan ini juga memegang peranan penting dalam sejarah perkembangan teknologi dan informasi di Kalimantan Timur.

Di tempat inilah menara TVRI pertama di Samarinda dibangun, menjadikannya titik komunikasi vital yang menghubungkan informasi ke seluruh penjuru kota pada zamannya.

Keunggulan Puncak Stelling yang membuatnya dilirik di tingkat nasional adalah manajemen fasilitasnya yang sangat memedulikan kenyamanan pengunjung.

Pihak pengelola telah membangun berbagai infrastruktur pendukung yang memadai, mulai dari pendopo yang luas, gazebo untuk bersantai, musala yang bersih, hingga fasilitas toilet.

Salah satu daya tarik utama yang jarang ditemukan di objek wisata lain adalah kebijakan pengelola yang memberikan banyak fasilitas secara cuma-cuma. Hal ini dilakukan demi memastikan Puncak Stelling tetap menjadi destinasi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Fasilitas untuk tikar, kursi, hingga cas HP kami gratiskan. Gazebo juga kalau ada yang kosong silakan ditempati, itu juga gratis, termasuk listrik. Kami ingin pengunjung merasa nyaman seperti di rumah sendiri,” tambahnya merinci pelayanan di lokasi.

Puncak Stelling juga menjadi pusat aktivitas multifungsi yang berdenyut selama 24 jam penuh. Pada pagi hari, khususnya Sabtu dan Minggu, kawasan ini berubah menjadi “paru-paru” kegiatan olahraga warga Samarinda yang ingin menikmati udara segar sambil joging atau senam bersama.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari tren kunjungan yang terus menunjukkan grafik positif dari minggu ke minggu. Alwi mencatat adanya lonjakan signifikan pada hari-hari besar dan waktu libur.

“Kalau hari biasa (weekdays) pengunjung berkisar antara 100 hingga 150 orang. Namun, saat hari libur atau akhir pekan, jumlahnya bisa melonjak drastis hingga mencapai 400 orang. Grafik pengunjung kami terus naik seiring dengan semakin dikenalnya tempat ini,” pungkas Alwi.

Dengan posisi yang kini sudah berada di zona 10 besar nasional, harapan besar kini tertuju pada Puncak Stelling untuk membawa pulang gelar juara.

Pengelola berkomitmen untuk terus mempertahankan keaslian sejarah sembari mengadopsi standar wisata modern.

Prestasi ini diharapkan dapat memicu perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk terus mendukung pengembangan infrastruktur akses jalan dan promosi yang lebih luas, sehingga Puncak Stelling tidak hanya menjadi kebanggaan Samarinda, tetapi juga magnet wisata utama di Pulau Kalimantan.

Related posts

Pasar Segiri Lima Kali Terbakar, Andi Harun Soroti Tata Ruang dan Instalasi Listrik yang Semrawut

Sukri

Penjual Bendera Musiman Raup Untung Saat Jelang HUT ke-79 RI

Aminah

GBN-MI Targetkan Aksi Nyata Kader di Tingkat Kelurahan hingga RT

Aminah