Samarinda

Pascakebakaran Gang Masjid, Ketua TWAP Tegaskan Normalisasi Sungai dan APAR RT Jadi Prioritas

Teks: Ketua TWAP Kota Samarinda Syaparudin Saat Diwawancarai Awak Media Pada Kamis,23/4/26.(Natmed.id/Dewi)

Samarinda, Natmed.id – Musibah kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Gang Masjid, Jalan Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Samarinda.

Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda Syaparudin menegaskan bahwa keberadaan sumber air alami seperti sungai menjadi faktor krusial dalam percepatan pemadaman api di pemukiman yang didominasi bangunan kayu tersebut.

Dalam tinjauannya di lokasi kejadian yang menghanguskan sekitar 6 unit bangunan, Syaparudin menggarisbawahi dua langkah prioritas untuk memperkuat mitigasi bencana di kawasan rawan: normalisasi alur sungai dan penyediaan alat pemadam di tiap RT.

Syaparudin mengungkapkan rasa syukurnya karena para relawan dan petugas pemadam kebakaran dapat mengakses sumber air dengan cepat berkat adanya sungai yang melintasi area tersebut.

“Lingkungan ini sangat padat penduduk dengan rata-rata rumah kayu, dan ini rawan terjadi kebakaran. Kita bersyukur bahwa ada sungai di sekitar lokasi kebakaran hari ini,” ujar Syaparudin saat memantau proses pendinginan di lokasi pada Kamis, 23 April 2026.

Meski demikian, ia mencatat bahwa efektivitas sungai terhambat oleh pendangkalan yang parah.

“Hanya sungainya mengalami sedimentasi yang cukup tebal. Tapi kita bersyukur dengan sungai itu ada, paling tidak membantu untuk memadamkan lebih cepat kebakaran di lokasi Blok I ini,” tambahnya.

Menanggapi kondisi sungai yang mendangkal, Syaparudin menegaskan bahwa pemerintah kota akan mengambil langkah konkret untuk mengembalikan fungsi aliran air tersebut.

“Ke depan barangkali kita akan bantu untuk menormalisasi alur sungai agar lebih dalam lagi,” tegas Syaparudin.

Selain infrastruktur fisik, penguatan kapasitas warga melalui pengadaan alat pemadam portabel menjadi prioritas yang akan didorong melalui program unggulan pemerintah kota.

“Insyaallah ke depan kita juga sambil pikirkan RT-RT itu sebaiknya punya portable APAR, kemudian beli mesin pompa air juga. Itu bisa dianggarkan di Pro-Bebaya. Jadi lingkungan seperti ini setiap RT harus ada itu sebagai antisipasi mitigasi awal,” jelasnya.

Syaparudin tidak menampik bahwa salah satu tantangan terbesar di Gang Masjid adalah terhambatnya alur sungai menuju Karang Mumus akibat tertutup bangunan permanen. Hal ini telah menjadi persoalan klasik yang harus segera dicari solusinya.

“Itu sudah lama. Jadi harusnya itu alur sungainya langsung ke Karang Mumus, tapi terhambat oleh bangunan punya orang itu. Di situlah sumber masalahnya,” ungkapnya.

Ia mengakui bahwa membenahi alur ini merupakan tantangan teknis yang berat bagi pemerintah.

“Saya kira itu PR yang lama oleh pemerintah yang tidak bisa diatasi, karena kalau mau dikirim ke sisi sebelah kanan misalnya, terlalu patah alur sungainya. Apalagi sungainya itu di bawah teras orang, yang di seberang masjid itu,” pungkas Syaparudin.

Related posts

Satpol PP Samarinda Perketat Pengawasan Jam Operasional Warung Makan Selama Ramadan

Sukri

Hobi Membawa Selvyra Menekuni Public Speaking

Sukri

PKS Turut Berikan Bantuan Terhadap Masyarakat Terdampak Banjir di Kota Tepian

natmed