Samarinda, Natmed.id – Partai Amanat Nasional (PAN) Kaltim menegaskan belum mencabut dukungan terhadap usulan hak angket di DPRD Kaltim.
Meski demikian, partai berlambang matahari putih itu mengakui tengah melakukan peninjauan internal guna menyatukan sikap politik fraksi sebelum agenda tersebut dibawa ke rapat paripurna.
Ketua DPW PAN Kaltim Erwin Izharuddin mengatakan istilah yang tepat bukan menarik dukungan, melainkan meninjau ulang untuk memastikan keputusan partai diambil secara kolektif dan sesuai prosedur internal.
“Kita bukan menarik ya, tapi meninjau. Habis itu berdiskusi sesuai prosedurnya hak angket itu bagaimana karena kita ini fraksi gabungan, bukan fraksi sendiri,” ujar Erwin usai bertemu Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim di Haris Samarinda, Kamis 14 Mei 2026.
Sebelumnya Fraksi PAN–NasDem sebelumnya ikut menandatangani usulan hak angket dalam rapat konsultasi DPRD Kaltim pada 4 Mei lalu. Belakangan, muncul kabar PAN menarik dukungan sehingga memicu spekulasi politik di tengah memanasnya isu hak angket.
Erwin membantah kabar tersebut, hingga kini PAN belum mengambil keputusan final karena masih menunggu pembahasan internal bersama anggota fraksi dan NasDem sebagai mitra fraksi gabungan.
“Bahasa lebih halusnya meninjau. Kita koordinasi dulu. Karena saya sebagai ketua partai juga harus tahu substansi persoalannya apa,” katanya.
Dalam waktu dekat PAN akan menggelar rapat harian untuk menyamakan pandangan seluruh kader di DPRD Kaltim. Sebab dari empat anggota Fraksi PAN, hanya satu yang ikut menandatangani usulan hak angket.
“Yang tiga orang kan tidak ikut tanda tangan, jadi kita kuat dulu di PAN, baru koordinasi ke NasDem. Intinya jangan sampai ada yang dukung, ada yang enggak. Kita maunya satu suara,” ujarnya.
Meski sedang melakukan evaluasi, Erwin mengakui peluang PAN tetap mendukung hak angket masih terbuka. Apalagi secara administratif, usulan tersebut telah memenuhi syarat minimal dukungan anggota DPRD dan tinggal menunggu pembahasan di paripurna.
“Kalau secara mekanisme, hak angket itu sudah jalan. Sudah memenuhi syarat karena lebih dari 10 anggota yang mendukung. Tinggal nanti paripurnanya berjalan lancar atau tidak,” ucapnya.
Keputusan akhir fraksi nantinya tetap mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang diwakili anggota DPRD.
“PAN kan bantu rakyat. Tapi tetap lewat prosedur internal. Anggota dewan itu mewakili masyarakat masing-masing, makanya kita diskusi dulu,” katanya.
Di tengah munculnya dugaan adanya intervensi politik di balik peninjauan sikap PAN, Erwin juga membantah keras isu tersebut. Ia menegaskan tidak ada tekanan dari pihak mana pun, termasuk dari elite pemerintahan daerah.
“Jangankan masuk angin, masuk pusat aja tidak. Saya berani sumpah tidak ada intervensi begitu,” tegasnya.
Ia bahkan mengklaim menjaga independensi partai dengan tidak membuka ruang kedekatan politik yang bisa memengaruhi keputusan organisasi.
“Saya enggak mau diintimidasi siapa pun. Jadi keputusan yang diambil benar-benar hasil pembahasan bersama,” ujarnya.
Tarik ulur dukungan terhadap hak angket kini menjadi perhatian publik karena dapat memengaruhi konstelasi politik di DPRD Kaltim.
