Samarinda, Natmed.id – Kemeriahan Car Free Night (CFN) di Jalan Kesuma Bangsa tidak hanya membawa suasana baru bagi Kota Tepian, tetapi juga menjadi angin segar bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta masyarakat yang rindu akan ruang publik yang inklusif.
Bagi para pedagang, kehadiran CFN menjadi magnet ekonomi yang tak terduga. Intan Meista, pemilik usaha di bidang food & beverage yang mengelola lini bisnis bakery dan makanan berat, mengaku terkejut dengan antusiasme pengunjung malam itu.
“Hari ini ramai banget sih. Aku pun tadi bawanya stoknya dikit aja, karena kebetulan yang pagi (Car Free Day) itu kan daya belinya lagi turun. Makanya ini kaget juga seramai ini malamnya, jadi habis duluan,” ungkap Intan saat diwawancara awak media pada Sabtu, 18 April 2026.
Meski dihadapkan pada kenaikan harga bahan baku pasca-Lebaran, Intan memilih strategi khusus agar produknya tetap terjangkau tanpa menurunkan kualitas.
“Bahan baku jelas banget habis Lebaran ini semua naik. Jadi aku enggak naikin di harga, tapi size-nya aku kecilin. Aku enggak nurunin kualitas sih. Jadi orang tetap bisa beli harga segitu,” jelasnya.
Peningkatan omzet pun dirasakan secara signifikan oleh Intan dibandingkan hari-hari biasanya.
“Peningkatannya sekitar 30 persenan sih, lumayan,” tambah pengusaha yang sudah merintis bisnisnya sejak 2017 ini.
Dari sisi pengunjung, apresiasi mengalir deras terhadap kebijakan Pemerintah Kota Samarinda. Faiq Hambela, seorang mahasiswa asal Balikpapan yang sedang menempuh studi di UINSI Samarinda, menyebut CFN sebagai wadah yang tepat untuk melepas penat di akhir pekan.
“Bagus banget yang punya program ini, karena pertama, banyak sekali kan anak muda yang mungkin enggak terbiasa buat jalan kaki. Dan ini tuh jadi budaya buat kita semuanya untuk terbiasa dengan jalan kaki,” tutur Faiq.
Faiq juga menyoroti visi efisiensi energi yang diusung dalam acara ini.
“Tadi dipaparkan waktu pembukaan, itu untuk mengurangi gas juga, mengurangi BBM bensin. Jadi bagus bangetlah untuk acara malam hari ini,” katanya.
Baginya, CFN bukan sekadar tempat berburu kuliner, melainkan sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Harapannya ke depan lebih banyak lagi kegiatan publik seperti ini. Karena mungkin untuk pertama kalinya juga masyarakat Samarinda bisa bergabung di sini, bisa bertemu sapa yang tadinya susah bertemu jadi bisa bertemu lagi,” harap Faiq.
Senada dengan Faiq, Intan Meista juga berharap kegiatan serupa dapat rutin dilaksanakan. Menurutnya, karakter masyarakat Samarinda sangat menyukai acara luar ruangan di malam hari karena suhu udara yang lebih sejuk dibandingkan pagi hari.
“Sering-sering adain kayak gini. Soalnya orang Samarinda ini kan bosanan ya. Kalau yang pagi mereka itu jarang bangun pagi, kalau malam nih orang antusiasnya luar biasa karena sudah enggak kerja dan bisa istirahat,” tutup Intan.
Peluncuran CFN ini menandai babak baru bagi Samarinda dalam menciptakan keseimbangan antara pelestarian lingkungan melalui pengurangan emisi kendaraan dan penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM.
