Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Kota Samarinda resmi menghidupkan kawasan Jalan Kesuma Bangsa melalui peluncuran Car Free Night (CFN). Langkah ini bukan sekadar menciptakan ruang rekreasi, melainkan strategi besar dalam menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menurunkan emisi karbon di Ibu Kota Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu menegaskan bahwa CFN adalah manifestasi dari kebijakan pusat yang diadaptasi ke tingkat lokal.
Manalu menjelaskan bahwa esensi dari Car Free Night adalah mengedukasi warga untuk mulai mengurangi penggunaan kendaraan bermotor untuk jarak dekat dan beralih ke aktivitas fisik.
“Car Free Night ini cikal bakalnya adalah Car Free Day. Kemudian mengikuti arahan pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi energi bahan bakar fosil, yang artinya kita melakukan efisiensi mobilitas masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor,” ujar Manalu saat diwawancarai awak media pada Sabtu malam, 18 April 2026.
Ia menambahkan bahwa selama ini masyarakat cenderung terisolasi dalam kendaraan pribadi masing-masing. Dengan menutup akses kendaraan, ruang jalan kembali menjadi milik manusia, bukan mesin.
“Di sini masyarakat akhirnya dilatih untuk berjalan kaki, kemudian bisa terjadi interaksi sosial antarmasyarakat. Karena kalau masyarakat beraktivitas hanya dengan menggunakan mobil atau motor pribadi, kan tidak ada terjadi interaksi sosial,” imbuhnya.
Antusiasme warga yang mulai memadati lokasi sejak pukul 18.30 Wita menunjukkan tingginya dahaga masyarakat akan ruang publik yang aman dan nyaman.
Hal ini pun ditangkap sebagai peluang emas bagi sektor UMKM. Manalu membeberkan bahwa minat pelaku usaha sangat masif, mencapai hampir 270 pendaftar.
Namun, demi menjaga kualitas dan kenyamanan pengunjung, Dishub melakukan kurasi ketat. Untuk tahap awal, 30 tenan terpilih telah mengisi area sepanjang Jalan Kesuma Bangsa dengan variasi produk yang beragam. Ke depan, Manalu berambisi membawa suasana hangat khas Yogyakarta ke jantung Kota Samarinda.
“Nanti mungkin kita rekomendasikan kita buat banyak kafe, tempat-tempat yang seperti di Jogja-lah. Kita lihat itu anak muda yang berkunjung ke kafe-kafe,” ungkapnya membayangkan masa depan CFN sebagai pusat gaya hidup anak muda.
Kesuksesan di Kesuma Bangsa menjadi pemantik bagi Dishub untuk segera mengekspansi program ini ke titik lain di Samarinda mulai pekan depan.
Rencana perluasan ini mencakup beberapa wilayah strategis guna mendistribusikan konsentrasi massa dan dampak ekonomi.
“Insyaallah minggu depan kita akan melakukan Car Free Day di dua titik. Pertama di Jalan Anggi atau Fahruddin, itu kita laksanakan dua hari, Sabtu dan Minggu pukul 06.00 sampai 10.00 Wita. Kemudian di Jalan Citra Niaga Utara di hari Minggu saja,” jelas Manalu.
Di balik kemeriahan tersebut, Manalu memberikan peringatan keras mengenai isu parkir liar yang sering mencoreng keindahan ruang publik.
Ia meminta warga bekerja sama dengan memarkirkan kendaraan di kantong parkir resmi yang telah disediakan, seperti di Gor Segiri atau Go Mall.
“Persoalan jukir liar itu muncul karena kita tidak tertib parkir. Seandainya masyarakat parkir pada tempat yang telah ditentukan, pasti jukir liar itu enggak akan muncul. Itu aja logika yang harus kita bangun,” pungkasnya.
Dengan integrasi antara kebijakan lingkungan, penguatan ekonomi lokal dan penegakan ketertiban, Car Free Night diharapkan mampu mengubah wajah Samarinda menjadi kota yang lebih hijau, inklusif dan berenergi di malam hari.
