Samarinda

Imbas Penutupan SPPG, Puluhan Pekerja di Sempaja Utara Dirumahkan

Teks: Aktivitas Dapur SPPG Sempaja Utara Berhenti Sementara, Sekitar 50 Pekerja Dirumahkan Selama Masa Perbaikan, Jumat,10/4/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Penutupan sementara sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Samarinda mulai menimbulkan dampak lanjutan terhadap tenaga kerja. Di SPPG Sempaja Utara, sekitar 50 pekerja sementara dirumahkan selama proses perbaikan fasilitas berlangsung.

SPPG Sempaja Utara Yayasan Pendidikan Islam Pinang Seribu menjadi salah satu dari 12 dapur MBG di Samarinda yang dihentikan sementara operasionalnya berdasarkan Surat Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 1204/D.TWS/3/2026 tertanggal 31 Maret 2026.

Pantauan di lokasi, aktivitas dapur belum berjalan. Sejumlah pekerja terlihat melakukan pembenahan lantai dapur, sementara kendaraan operasional MBG terparkir di halaman depan.

Salah satu petugas bagian packing Dwi (21) mengatakan penghentian operasional sudah berlangsung sekitar dua pekan terakhir, penutupan dilakukan karena ada pembenahan sarana pendukung.

“Sedang tutup karena ada perbaikan IPAL dan lantai. Sudah sekitar dua minggu,” ujarnya saat ditemui Jumat, 10 April 2026.

Selama masa penghentian sementara, puluhan pekerja yang sebelumnya bertugas di dapur tersebut belum kembali bekerja secara normal. Mereka menunggu proses renovasi rampung agar operasional bisa kembali berjalan.

“Sekitar 50 petugas dirumahkan dulu selama masa perbaikan ini,” katanya.

Meski begitu, para pekerja mengaku masih menerima gaji untuk periode bulan sebelumnya. Hal itu sedikit memberi kepastian di tengah penghentian aktivitas kerja.

“Untuk gaji bulan kemarin kami masih menerima,” lanjutnya.

Dwi memperkirakan proses pembenahan fasilitas akan selesai dalam waktu sekitar satu minggu apabila pengerjaan berjalan lancar.

“Diperkirakan seminggu lagi selesai perbaikannya,” ujarnya.

Penutupan sementara dapur MBG di Sempaja Utara diduga berkaitan dengan belum terpenuhinya standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), selain adanya perbaikan fisik bangunan.

Persoalan ini menjadi sorotan karena program Makan Bergizi Gratis bukan hanya menyangkut distribusi makanan, tetapi juga kesiapan fasilitas, sanitasi, dan keberlangsungan tenaga kerja di lapangan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda Ismid Kusasih membenarkan adanya 12 SPPG di Samarinda yang dihentikan sementara. Ia menyebut pengawasan program tersebut melibatkan beberapa instansi sesuai kewenangannya.

“Kalau di Samarinda ada 12 SPPG, dan dalam pelaksanaannya pengawasan ini melibatkan beberapa instansi. Kami di daerah berperan sesuai dengan bidang masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, informasi sementara yang diterima pemerintah daerah berkaitan dengan aspek IPAL yang menjadi ranah teknis instansi terkait.

Related posts

Pembalap Liar Akan Dikenakan Pidana Satu Tahun dan Denda Rp. 3 Juta 

natmed

Biasa Hitung Angka Kini Olah Berita, Dhita Ceritakan Tantangan Jadi Jurnalis Muda

Abdi

Picu Banjir di Rapak Binuang, Pengurukan Lahan RS Korpri Dihentikan Sementara

Aminah