Samarinda

Pasar Segiri Lima Kali Terbakar, Andi Harun Soroti Tata Ruang dan Instalasi Listrik yang Semrawut

Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun Saat Diwawancara Awak Media Usai Meninjau Lokasi Kebakaran Pasar Segiri, Kamis,26/3/26. (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Berulangnya musibah kebakaran di Pasar Segiri, yang tercatat telah terjadi sebanyak lima kali, menjadi perhatian serius Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Dalam tinjauan lapangannya, ia mengungkapkan bahwa kondisi pasar saat ini menyimpan risiko tinggi yang sulit dihindari tanpa adanya perombakan total pada aspek tata ruang dan perilaku kedisiplinan.

Andi Harun menyebut bahwa secara sosiologis dan teknis, Pasar Segiri saat ini berada dalam kondisi yang sangat rentan.

“Secara tata ruang, kondisi Pasar Segiri ini memang sulit untuk dihindari atau keadaannya sangat potensial untuk setiap saat terjadi kebakaran,” tegasnya di hadapan awak media pada Kamis, 26 Maret 2026.

Salah satu poin krusial yang disoroti adalah adanya tumpang tindih fungsi lahan di dalam pasar. Banyak area yang seharusnya murni untuk aktivitas perdagangan, kini beralih fungsi menjadi tempat tinggal sementara.

“Sudah banyak ruang-ruang fungsi pasar yang saling bertabrakan. Belum lagi kedisiplinan para pedagang, misalnya dalam soal kompor, kan ada juga tuh los di situ juga masak, di situ juga melaksanakan aktivitas tinggal,” ujar Andi Harun.

Menurutnya, jika kedisiplinan pedagang tinggi dan ada kesadaran bersama untuk menjaga fungsi pasar sesuai peruntukannya, risiko kebakaran bisa dimitigasi lebih awal. Namun, realita di lapangan menunjukkan pola aktivitas yang tidak teratur, yang pada akhirnya memicu kelalaian fatal.

Selain perilaku manusia, infrastruktur kelistrikan atau Mechanical Engineering (ME) di pasar tersebut dinilai sudah sangat memprihatinkan dan tidak memenuhi standar keamanan.

Kabel-kabel liar yang menyambung secara sembarangan menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pasar yang sudah berdiri puluhan tahun ini.

“Belum lagi kabel ME-nya ya, semrawutlah pokoknya. Kita memikirkan itu semua dan itu yang menjadi dasar bahwa kenapa kita punya ide dan gagasan untuk melakukan peremajaan terhadap Pasar Segiri ini,” tambahnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sebenarnya telah merancang rencana besar untuk melakukan peremajaan total (revitalisasi) Pasar Segiri guna menciptakan ruang dagang yang modern dan aman. Namun, rencana tersebut harus mengalami penyesuaian jadwal akibat kondisi keuangan daerah.

Rencana pembangunan permanen sedianya dilaksanakan tahun 2026 ini, namun ditunda ke tahun depan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran.

Wali Kota Andi Harun menyebutkan bahwa pembangunan akan dimulai kembali tahun depan jika ketersediaan ruang fiskal mencukupi.

Saat ini Pemkot hanya membangun lapak sementara agar pedagang bisa segera berjualan tanpa harus menunggu proyek permanen yang memakan waktu lama.

Andi Harun berharap para pedagang dapat mendukung rencana peremajaan ini di masa depan.

“Mudah-mudahan nanti rencana peremajaan pasar ini mendapat dukungan besar dari pedagang dan kita bisa membangunnya, mudah-mudahan di tahun depan kita memiliki ruang fiskal yang cukup untuk memulai itu,” pungkas Andi Harun.

Related posts

Rumah Ulin Arya dalam Mata Wisatawan Asal Sulawesi Tengah

Aminah

Pusaka Ingatkan Bahaya Pembangunan Parsial bagi Masa Depan Kalimantan

Aminah

Satu Hari Usai Dilantik, JMSI Sambangi KPU Kaltim

Nediawati