Samarinda, Natmed.id – Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan sikap netralnya menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Ia juga menolak praktik calon ketua organisasi yang mencari restu dari penguasa.

Pernyataan tersebut disampaikan Andi Harun saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Kaltim dan Badan Pengurus Daerah (BPD) KKS Samarinda di Gor Segiri Samarinda, Senin 16 Maret 2026.
Andi Harun mengaku pernah didatangi seseorang yang menyampaikan niatnya untuk maju sebagai calon ketua KKSS. Namun kepemimpinan dalam organisasi tersebut tidak bisa dipandang sekadar jabatan, melainkan amanah besar yang harus diemban oleh sosok yang matang.
“Beberapa waktu lalu ada panitia datang ke ruangan saya, dia bilang mau calon ketua KKSS. Saya bilang pangkatmu belum, memang umurnya masih muda, belum pantas memimpin orang-orang tua yang sepuh,” ujarnya.
Ia menilai kepemimpinan dalam KKSS memiliki tanggung jawab moral yang besar karena organisasi tersebut menaungi berbagai paguyuban serta tokoh-tokoh senior.
Tradisi dan pesan leluhur Bugis-Makassar juga telah memberikan pedoman mengenai sosok pemimpin yang layak memimpin.
“Ada petuah orang tua kita, kayu yang lurus yang dijadikan tiang rumah. Artinya pemimpin itu harus seperti kayu yang lurus, yang matang, yang kering. Bukan kayu yang masih muda,” katanya.
Ia bahkan menyebut dirinya sendiri belum merasa pantas memimpin organisasi sebesar KKSS meskipun saat ini menjabat sebagai kepala daerah.
“Saya saja belum bisa. Mungkin saya bisa jadi wali kota, tapi belum tentu bisa jadi ketua KKSS. Saya harus tahu diri, belum saatnya,” ujarnya.
Andi Harun juga mengkritik cara sebagian calon yang mencoba mencari dukungan dari pihak penguasa untuk memuluskan langkah mereka dalam kontestasi organisasi. Praktik tersebut bertentangan dengan nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur.
“Caramu salah, Kenapa saya bilang salah. Karena ia pergi minta restu sama penguasa itu tidak boleh, mau jadi ketua KKSS kok minta restu sama penguasa,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberikan dukungan kepada kandidat mana pun dalam Muswil KKSS mendatang.
“Saya dalam posisi netral tidak mau memberikan dukungan kepada siapa pun. Kalau saya mendukung seseorang, itu sama saja saya menentang pesan leluhur kita,” katanya.
Andi Harun juga meminta seluruh anggota KKSS untuk menentukan sendiri pemimpin yang dianggap paling layak tanpa intervensi pihak luar.
“Saya mohon kepada seluruh saudara-saudara KKSS, tentukan sendiri siapa calon ketua kita. Saya akan ikut kepada kalian, bukan kalian yang ikut saya,” ujarnya.
Ia bahkan meminta masyarakat untuk tidak mempercayai klaim pihak mana pun yang mengaku mendapat restu dari dirinya.
“Kalau ada orang yang mengatakan saya merestui, itu pasti bohong. Tolak saja calon yang minta restu dari penguasa,” katanya.
Organisasi KKSS harus tetap dijaga sebagai wadah pemersatu masyarakat Sulawesi Selatan di perantauan dan tidak dijadikan alat kepentingan politik.
“Jadikan KKSS ini organisasi yang memayungi, bukan organisasi yang dibawa ke politik,” ujar Andi Harun.
