Samarinda, Natmed.id – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda memulai rangkaian pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2026 yang dilaksanakan di Mako Polresta Samarinda.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran untuk memperketat pengawasan di titik-titik vital guna menjamin kenyamanan masyarakat di tengah dinamika situasi global.
Operasi yang dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026, ini melibatkan kekuatan gabungan yang masif.
Kapolresta Hendri Umar merincikan pengerahan sebanyak 1.202 personel yang merupakan kolaborasi dari berbagai unsur. Mulai dari unsur TNI dengan melibatkan personel dari Kodim 0901/SMD dan Denpom Samarinda.
Selain itu juga unsur Polri, personel Polresta Samarinda diperkuat oleh bantuan teknis dari Yon B Satbrimob Polda Kaltim. Dan dukungan penuh dari Dishub, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta mitra dari PMI, Pramuka, dan Senkom.
Untuk mengantisipasi potensi pergerakan masyarakat yang secara nasional diprediksi mencapai 143,9 juta orang, Polresta Samarinda telah memetakan penempatan 10 posko kepolisian dengan fungsi pelayanan yang spesifik.
Pos Pelayanan Terpadu sebagai Posko Pusat Kendali yang berlokasi di Taman Samarendah. Pos ini beroperasi 24 jam sebagai pusat koordinasi utama dan sengaja digeser ke jantung kota untuk memudahkan akses masyarakat dalam melaporkan kejadian.
Tiga Pos Pelayanan (Posyan) yang berfokus pada pintu masuk dan keluar kota untuk melayani pemudik, bertempat di Bandara APT Pranoto, Pelabuhan Nusantara dan Exit Tol Palaran (pemantauan arus dari arah Balikpapan).
Empat Pos Pengamanan (Pospam) Keramaian yang ditempatkan di titik interaksi massa dan pusat perbelanjaan seperti Big Mal, SCP, Samarinda Square, dan Pasar Pagi.
Dua Pos Pengamanan Terminal untuk menjaga stabilitas di Terminal Bus Sungai Kunjang (jalur lintas kota) dan Terminal Samarinda Seberang (jalur menuju Kalimantan Selatan).
Kapolresta Hendri Umar memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026.
Sebagai bentuk pelayanan humanis, Polresta Samarinda membuka layanan khusus bagi warga yang meninggalkan rumah untuk mudik ke kampung halaman.
Mulai dari penitipan kendaraan gratis, masyarakat dipersilakan menitipkan kendaraan bermotornya di Mako Polresta Samarinda maupun Polsek jajaran. Layanan ini tidak dipungut biaya dan kendaraan akan ditempatkan di area tertutup agar terlindung dari cuaca.
Selain itu, pengamanan rumah kosong, petugas akan mengintensifkan patroli rutin ke kawasan padat pemukiman untuk mencegah tindak kriminalitas seperti pencurian rumah kosong.
Serta imbauan keamanan mandiri, warga diingatkan untuk memastikan kompor telah mati, pintu terkunci rapat, dan melapor kepada pengurus lingkungan atau Polsek terdekat sebelum berangkat.
