Politik

Lowongan di Samarinda Terbuka Tapi Pencari Kerja Tidak Cukup Siap

Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Harminsyah Usai Rapat Forum Lintas Perangkat Daerah di Bapperida Kota Samarinda, Senin,9/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Kesiapan tenaga kerja di Kota Samarinda menjadi sorotan di tengah masih tingginya angka pengangguran. Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Harminsyah menilai pemerintah kota perlu lebih fokus menyiapkan sumber daya manusia yang siap masuk ke dunia kerja.

Secara umum kondisi pendidikan dasar di Samarinda dinilai cukup baik. Pemerintah kota dinilai telah melakukan sejumlah pengembangan, terutama pada jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang memang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Saya kira untuk skala kota, khususnya SD dan SMP, kondisinya sudah cukup baik. Sudah ada pengembangan dan peningkatan, termasuk adanya sekolah unggulan dan rencana sekolah rakyat,” ujarnya usai menghadiri Rapat Forum Lintas Perangkat Daerah di Bapperida Kota Samarinda, Senin 9 Maret 2026.

Persoalan utama yang perlu mendapat perhatian serius justru berada pada tahap setelah pendidikan dasar, yakni kesiapan tenaga kerja. Masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan dunia kerja dengan kemampuan tenaga kerja yang tersedia.

“Yang paling saya soroti sebenarnya penyiapan calon tenaga kerja kita. Ini harus menjadi fokus pemerintah kota, khususnya melihat tingkat pengangguran yang masih ada,” kata Harminsyah.

Kondisi yang terjadi dalam kegiatan job fair beberapa waktu lalu. Meski banyak perusahaan membuka lowongan pekerjaan, tidak semua posisi dapat terisi karena keterbatasan tenaga kerja yang memenuhi kualifikasi.

“Dalam evaluasi kegiatan job fair kemarin, lowongan sebenarnya banyak, tapi tenaga kerjanya tidak siap. Ini juga persoalan,” ujarnya.

Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Selain keterbatasan keterampilan, ada juga kemungkinan sebagian pencari kerja tidak tertarik pada jenis pekerjaan yang tersedia.

“Bisa saja tenaga kerjanya tidak mampu, atau memang tidak mau karena berbagai faktor. Ini yang perlu kita perhatikan bersama,” jelasnya.

Legislator Partai Gelora itu menilai pemerintah kota perlu memperkuat program pelatihan kerja yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, peningkatan program sertifikasi juga dinilai penting agar tenaga kerja memiliki kompetensi yang diakui secara profesional.

“Ke depan pelatihan-pelatihan harus lebih ditingkatkan, termasuk sertifikasi tenaga kerja. Ini penting agar mereka benar-benar siap masuk ke dunia kerja,” tegasnya.

Ia berharap program ketenagakerjaan yang dirancang pemerintah daerah tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar mampu menjawab kebutuhan pasar kerja. Tanpa kesiapan sumber daya manusia yang memadai, pertumbuhan ekonomi daerah berpotensi tidak memberikan dampak signifikan terhadap penurunan pengangguran.

Menurutnya, peningkatan kualitas tenaga kerja harus menjadi agenda prioritas jika Samarinda ingin memastikan pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Related posts

Cagar Budaya BK, Serius?

natmed

Gelar RDPU, Dewan Bahas Tindak Lanjut Sidak Loktuan

natmed

Wakil Rakyat Harus Mewakili Rakyat

Muhammad