Samarinda, Natmed.id – Fasilitas driving golf berteknologi digital yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar rupiah di kawasan Gor Segiri, Samarinda, hingga kini belum juga beroperasi meski pembangunan fisiknya diklaim telah rampung 100 persen.
Kondisi ini memicu sorotan dari DPRD Kota Samarinda yang mempertanyakan efektivitas pemanfaatan proyek bernilai besar tersebut.
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan pihaknya akan memastikan secara langsung apa saja kendala yang menyebabkan fasilitas tersebut belum dapat digunakan oleh masyarakat.
“Kalau tidak salah anggarannya sekitar 61 sekian miliar. Ini dibangun luar biasa, teknologinya digital langsung dari Korea. Tapi yang ingin kita pastikan, apa kendala yang membuat belum bisa digunakan atau belum diluncurkan,” ujar Deni saat ditemui di Kantor DPRD Kota Samarinda, Kamis, 26 Februari 2026.
Berdasarkan informasi awal yang diterima Komisi III, sarana dan prasarana utama sebenarnya sudah terpasang lengkap. Namun, masih ada sejumlah aspek yang perlu dipastikan, termasuk kesiapan sumber daya manusia serta pengelolaan operasional fasilitas tersebut.
“Secara prinsip informasi di lapangan itu sudah lengkap semua. Tinggal ini yang belum pasti orangnya siapa, pengelolaannya seperti apa. Itu nanti akan kita cek. Minggu depan kami ada agenda sidak ke beberapa lokasi dan kemungkinan besar driving golf ini juga akan kami datangi,” tegasnya.
Deni menambahkan, DPRD ingin memastikan hasil pembangunan benar-benar sesuai dengan ekspektasi dan spesifikasi yang disampaikan oleh dinas teknis sejak awal proyek dikerjakan.
“Kita sudah datang waktu pembangunannya tahun lalu. Sekarang kita ingin lihat setelah selesai, apakah hasil akhirnya sesuai dengan yang disampaikan oleh dinas atau tidak,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda Muslimin memastikan bahwa pembangunan fasilitas driving golf tersebut telah selesai sepenuhnya dan siap digunakan.
“Driving golf sudah selesai 100 persen. Tinggal menunggu arahan Bapak Wali Kota terkait pengelolaannya, apakah nanti dikerjasamakan dengan pihak ketiga atau dikelola oleh UPTD,” jelas Muslimin saat dikonfirmasi.
Ia menyebut seluruh sarana dan prasarana penunjang telah terpasang, termasuk perangkat elektronik berteknologi tinggi yang menjadi daya tarik utama fasilitas tersebut.
“Alat-alatnya sudah lengkap semua. Fasilitas elektronik seperti monitor perhitungan poin, sistem digital, semuanya sudah siap,” ujarnya.
Fasilitas driving golf di Gor Segiri ini mengadopsi teknologi terbaru dari Korea Selatan. Sistem pemukul dilengkapi perangkat digital modern seperti launch monitor, layar sentuh, radar swing, kamera analisis gerakan, hingga aplikasi statistik real time yang menampilkan data pukulan secara langsung.
Di sisi lapangan, area pukulan sepanjang 194 meter dengan jaring pembatas setinggi 40 meter telah terpasang. Fasilitas ini juga memiliki gedung dua lantai dengan total 32 bay yang tersebar di lantai atas dan bawah, termasuk dua ruang VIP.
Seluruh bay dirancang sebagai ruang latihan digital terpadu yang memungkinkan pemain memantau kecepatan bola, sudut ayunan, tingkat akurasi, hingga rekaman video gerak tubuh secara langsung.
Muslimin menegaskan, keputusan pengelolaan fasilitas tersebut akan mempertimbangkan optimalisasi pelayanan publik sekaligus potensi pendapatan daerah.
“Kami menunggu arahan Wali Kota. Prinsipnya fasilitas ini siap digunakan dan diharapkan bisa menjadi ikon olahraga baru sekaligus mendukung pengembangan sport tourism di Samarinda,” pungkasnya.
