Samarinda

Pemkot Samarinda Siapkan AI Jadi ‘ASN’, Pertama di Indonesia

Teks: AI Consultant Samarinda, Ainun Najib saat diwawancara awak media pada Jumat,24/4/26 (Natmed.id/Dewi)

Samarinda, Natmed.id – Kota Samarinda bersiap melakukan lompatan besar dalam transformasi digital dengan mengadopsi teknologi Agentic AI.

Ainun Najib, AI Consultant Kota Samarinda mengungkapkan bahwa kolaborasi antara Dinas Kominfo Samarinda dan kecerdasan buatan (AI) telah berhasil menciptakan sistem monitoring yang efisien dan transparan.

Menurut Ainun, penggunaan AI saat ini telah bergeser dari sekadar alat bantu menjadi bagian dari tim kerja yang aktif. Hal ini dibuktikan dengan pengembangan aplikasi monitoring kepatuhan Work From Home (WFH) yang diselesaikan dalam waktu singkat berkat bantuan AI.

Ainun menjelaskan bahwa kecepatan pengembangan aplikasi di Dinas Kominfo saat ini meningkat drastis. Jika dahulu proses pemrograman membutuhkan waktu berminggu-minggu, kini dengan bantuan AI, proses tersebut bisa selesai dalam hitungan hari.

“AI menjadi semacam tenaga ahli programmer. AI bersama-sama dengan tim ahli Dinas Kominfo membangun aplikasi yang tadi teman-teman lihat. Selesai lebih cepat. Kalau dulu istilahnya panggil programmer dua minggu jadi, sekarang panggil AI tidak sampai seminggu sudah jadi,” ujar Ainun Najib kepada Jumat, 24 April 2026.

Teknologi yang digunakan adalah Agentic AI atau Agentic Engineering, di mana AI tidak lagi statis tetapi bertindak sebagai “agen” yang mampu melakukan tugas layaknya manusia.

“Perkembangan AI yang terbaru, Agentic AI, itu AI sudah menjadi agen. Dia sudah bisa seolah-olah menjadi manusia yang lain, menjadi karyawan, asisten, hingga tim ahli,” tambahnya.

Target ambisius dipasang untuk menjadikan Samarinda sebagai pelopor penggunaan AI di tingkat pemerintahan daerah di Indonesia.

Ainun memproyeksikan dalam beberapa tahun ke depan, setiap ASN akan didampingi oleh asisten cerdas berbasis AI.

“Arah ke depannya, insyaallah kita coba wujudkan Kota Samarinda menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki ‘ASN AI’, atau tepatnya AI Agent sebagai tenaga ahli untuk setiap ASN. Kita coba wujudkan dalam roadmap 1-3 tahun ke depan, sampai 2028,” jelasnya optimis.

Tahun 2026 dinilai Ainun sebagai titik balik populernya penggunaan AI sebagai rekan setim (teammate). Ia memprediksi disrupsi besar akan terjadi dalam setahun ke depan di mana AI akan terintegrasi penuh dalam sistem kerja pegawai.

“Mulai 2026 ini, teknologi AI itu sudah bukan lagi sebagai alat atau tool, tapi AI sebagai teammate, sebagai anggota tim, sebagai karyawan. Itulah realitas AI yang terbaru saat ini,” kata Ainun.

Meski sangat mendukung penggunaan teknologi, Ainun memberikan catatan penting bagi para pegawai agar tetap mengasah kemampuan pribadi dan tidak menjadi pasif karena keberadaan AI.

“Pesan saya, jangan tergantung 100 persen pada AI. Gunakan AI sebagai teman brainstorming, teman belajar, teman berlatih, tapi jangan mengandalkan AI sepenuhnya. Karena nanti Anda tidak terasah skill-nya. Kalau AI dijadikan pengganti kita, ya selesailah, kita tidak bisa apa-apa nanti,” pungkasnya.

Related posts

Pembahasan APBD Perubahan Kaltim Ditunda

natmed

Natal Gerakan Nyata Memperkuat Ketahanan Keluarga

Aminah

Gerindra Dukung Semua Kebijakan Pemerintah

natmed