Samarinda, Natmed.id – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kota Samarinda memberikan apresiasi terhadap penyelesaian pembangunan di SMPN 5 Samarinda.
Sekolah ini menjadi salah satu sampel dalam inspeksi mendadak (sidak) lapangan yang menunjukkan hasil positif dan sinkron dengan data administratif pemerintah kota.

Wakil Ketua Pansus LKPJ Abdul Rohim menegaskan bahwa dari sekian banyak titik yang ditinjau, SMPN 5 Samarinda menunjukkan performa pengerjaan yang paling stabil dan memuaskan.
“Kalau SMPN 5-nya tidak ada masalah, sudah selesai berarti ya SMPN 5. Yang lokasi lain ada temuan, tapi yang SMPN 5 ini clear,” ujar Abdul Rohim saat diwawancara usai peninjauan pada Kamis, 23 April 2026.
Berbeda dengan temuan di SDN 010 Palaran yang masih menyisakan pengerjaan fisik antara 10 hingga 30 persen, pengerjaan di SMPN 5 dipastikan telah rampung sepenuhnya sesuai kontrak tahun anggaran 2025.
Pansus tidak menemukan adanya kendala teknis maupun keterlambatan yang berarti di sekolah tersebut.
Abdul menjelaskan bahwa status aman pada SMPN 5 ini menjadi bukti bahwa jika perencanaan dilakukan dengan matang, target 100 persen bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.
“Yang SMPN 5 tidak ada masalah. Justru tadi yang jadi sedikit catatan kita itu yang di sekolah terpadu dan sekolah lainnya, kalau SMPN 5 aman dan pengerjaannya beres,” jelasnya.
Kelancaran proyek di SMPN 5 Samarinda ini akan digunakan oleh Pansus sebagai standar evaluasi dalam menyusun rekomendasi akhir terhadap LKPJ Wali Kota.
Pansus ingin memastikan bahwa keberhasilan di sekolah ini bisa diduplikasi pada proyek-proyek pendidikan lainnya di masa mendatang.
Menurut Abdul Rohim, esensi dari kunjungan lapangan ini adalah untuk memastikan akurasi data yang disodorkan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait kepada legislatif.
“Karena kan tugas kita itu, memastikan data-data yang disampaikan sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Untuk SMPN 5, kita sudah kroscek dan memang kondisinya sudah selesai, tidak ada lagi pekerjaan yang menggantung,” pungkas politisi tersebut.
Dengan tuntasnya sarana prasarana di SMPN 5 Samarinda, pihak sekolah kini diharapkan dapat fokus sepenuhnya pada peningkatan kualitas belajar mengajar tanpa terkendala urusan fasilitas fisik.
