Samarinda, Natmed.id – Perumda Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda tengah memperkuat strategi internal guna memastikan distribusi air bersih ke pelanggan tetap stabil.
Di tengah tantangan kenaikan harga bahan baku industri dan ancaman fenomena alam El Nino, manajemen Perumdam menegaskan bahwa orientasi utama tetap pada kualitas pelayanan publik.
Direktur Teknik (Dirtek) Perumdam Tirta Kencana Kaharuddin menjelaskan bahwa langkah-langkah yang diambil saat ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi lapangan bersama Pansus LKPj DPRD Kota Samarinda.
“Kami menindaklanjuti dari tim LKPJ DPRD Kota Samarinda untuk memverifikasi ke lapangan terkait apa yang disampaikan Pak Wali kemarin. Salah satu fokus utama kami adalah bagaimana pelayanan tetap terjaga sambil tetap memberikan kontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD),” ungkap Kaharuddin saat ditemui usai peninjauan pada Selasa, 28 April 2026.
Kaharuddin memaparkan bahwa harga bahan kimia sebagai komponen utama penjernihan air serta bahan bakar minyak (BBM) industri mengalami kenaikan yang cukup signifikan di pasar.
“Saat ini kondisi di lapangan memang menantang. Bahan kimia harganya naik, bahkan BBM industri sekarang sudah di angka Rp30.000 per liter. Ini tentu berdampak pada biaya transportasi dan pengiriman bahan-bahan utama pengolahan air kami,” jelasnya.
Meski demikian, Kaharuddin memberikan jaminan bahwa kondisi tersebut tidak akan dibebankan kepada pelanggan dalam bentuk kenaikan tarif air dalam waktu dekat. Strategi yang diambil adalah melakukan efisiensi internal yang ketat.
“Kalau dari sisi kami, belum ada rencana kenaikan harga (karena bahan kimia). Kami memilih untuk melakukan refocusing anggaran. Kegiatan yang sifatnya tidak mendesak dialihkan untuk memastikan bahan kimia tetap tersedia, karena itu jantungnya pengolahan air,” tegas Kaharuddin.
Selain kendala operasional, Perumdam Tirta Kencana juga menaruh perhatian besar pada prediksi cuaca dari BMKG. Fenomena El Nino yang diperkirakan melanda hingga Oktober 2026 menjadi ancaman serius bagi ketersediaan air baku, terutama risiko intrusi air laut ke aliran sungai.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Samarinda untuk senantiasa menyiapkan penampungan air yang memadai di rumah masing-masing. Prediksi El Nino dari April sampai Oktober ini perlu kita waspadai bersama,” imbaunya.
Ia menambahkan bahwa cadangan air di tingkat rumah tangga sangat penting untuk memitigasi jika sewaktu-waktu terjadi penurunan debit produksi atau penghentian sementara akibat intrusi air asin.
“Kita khawatirkan jika ada pengurangan debit atau intrusi air asin saat kemarau panjang. Jadi ketika air sedang mengalir lancar, segera tampung. Itu akan menjadi cadangan yang sangat berharga jika terjadi gangguan teknis atau alam,” tambahnya.
Kaharuddin juga memberikan klarifikasi mendalam mengenai isu kenaikan tagihan air yang sempat dikeluhkan warga. Ia menekankan bahwa kenaikan tersebut merupakan bagian dari kebijakan penyesuaian tarif sebesar 9% yang telah disosialisasikan secara bertahap sejak awal tahun.
“Kenaikan yang dirasakan warga sebenarnya adalah penyesuaian 9% yang dibagi dalam tiga tahap, 3%, 4%, dan 2%. Ini sudah melalui proses sosialisasi yang panjang sejak awal tahun. Perlu diingat juga bahwa kami sudah menghapuskan biaya abonemen untuk meringankan beban pelanggan,” kata Kaharuddin secara rinci.
Ia menekankan bahwa setiap keluhan pelanggan, baik mengenai air keruh maupun gangguan distribusi, selalu dipantau melalui sistem sampling dan laporan langsung.
“Setiap laporan pasti kami tindak lanjuti di lapangan. Kami ingin memastikan ketersediaan air tetap terjaga sesuai dengan standar pelayanan yang diharapkan masyarakat,” pungkasnya.
