Kalimantan Timur

Kaltim Kebut Pembangunan Koperasi Merah Putih, Baru 61 Rampung dari Target 460 Gerai

Teks: Sekertaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni bersama Kepala DPPKUKM Kaltim Heni Purwaningsih (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang ditargetkan mencapai 460 gerai hingga akhir Juli 2026.

Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni mengakui jumlah koperasi yang benar-benar siap operasional masih jauh dari target keseluruhan.

“Yang sudah 100 persen itu ada 61. Jadi otomatis hari ini 61 itu yang diresmikan,” ujarnya usai peluncuran Koperasi Kelurahan Merah Putih Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Sabtu 16 Mei 2026.

Pemerintah daerah menempatkan koperasi Merah Putih sebagai instrumen penggerak ekonomi desa dan kelurahan. Namun sejauh ini, sebagian besar gerai masih berada dalam tahap pembangunan fisik maupun persiapan operasional.

Konsep koperasi diarahkan untuk membangun rantai ekonomi lokal, mulai dari penyedia bahan baku hingga distribusi kebutuhan masyarakat.

“Harapannya koperasi ini bisa mendorong ekonomi bergerak di desa. Ada supplier, ada pembeli, dan masyarakat desa sendiri yang menjadi bagian dari rantai usaha itu,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim Heni Purwaningsih menjelaskan bahwa dari target 460 koperasi, sebagian besar masih dalam tahap pembangunan bertahap.

“Target kita akhir Juli itu 460 koperasi di Kaltim sudah terbangun. Saat ini yang sudah 100 persen baru 61, sisanya masih proses,” ujarnya.

Menurut Heni, progres pembangunan gerai saat ini bervariasi, mulai dari 80 hingga 90 persen.

“Yang selebihnya masih dalam tahapan. Ada yang progresnya 90 persen, ada yang 80 persen, tapi proses pembangunan sudah berjalan,” jelasnya.

Pemerintah menargetkan seluruh gerai tersebut dapat selesai dalam waktu sekitar dua bulan ke depan. Target tersebut dinilai cukup ambisius mengingat masih banyak koperasi yang belum siap secara fisik maupun operasional.

Selain pembangunan gedung, persoalan lain yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah kesiapan sumber daya manusia pengelola koperasi. Pemerintah pusat disebut masih melakukan rekrutmen nasional untuk tenaga pendamping dan manajer koperasi.

“Saat ini sedang rekrutmen manajer secara nasional. Nanti mereka yang akan mengelola sisi bisnis koperasi,” kata Heni.

Posisi manajer nantinya berbeda dengan pengurus koperasi yang dipilih masyarakat di tingkat kelurahan atau desa.

“Kalau pengurus lebih ke sisi kelembagaan dan administrasi. Tapi bisnis koperasinya nanti ada manajer tersendiri,” ujarnya.

Distribusi tenaga manajer ditargetkan mulai berjalan setelah operasional ribuan gerai koperasi secara nasional mulai aktif.

“Target nasionalnya nanti sampai 20 ribu koperasi. Jadi penempatan manajer akan disesuaikan dengan gerai yang sudah operasional,” tambahnya.

Related posts

Pj Gubernur Kaltim Dorong Akselerasi Respons Terhadap Rekomendasi BPK RI

Irawati

Persatuan Pemuda Nasional Deklarasikan Komitmen Kawal Indonesia Emas 2045

ericka

Jadi Jenderal Bintang Satu Pertama dari Kukar, Dendi Suryadi Bagikan Tips Meraih Sukses

ericka