Kesehatan

Dari Gurik hingga MBG, Samarinda Gaspol Tekan Stunting

Teks: Kepala DPPKB Samarinda, Deasy Evriyani, saat menyampaikan laporan kegiatan pada kegiatan Harganas ke 33 Tahun 2026. (Natmed.id/Ratu)

Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menegaskan komitmennya dalam membangun keluarga berkualitas sekaligus menekan angka stunting melalui berbagai program inovatif. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Kick Off Pelayanan KB dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang digelar di Gedung PKK Kota Samarinda, Senin, 8 Juni 2026.

Teks: Kepala DPPKB Samarinda, Deasy Evriyani, saat menyampaikan laporan kegiatan pada kegiatan Harganas ke 33 Tahun 2026. (Natmed.id/Ratu)

Kepala DPPKB Samarinda Deasy Evriyani, dalam laporannya memaparkan sejumlah capaian program sepanjang 2025 hingga semester pertama 2026. Ia menyebut, berbagai intervensi telah dilakukan secara terintegrasi untuk memperkuat pembangunan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Salah satu program unggulan yang terus diperkuat adalah Kampung Keluarga Berkualitas atau Kampung KB Reborn. Program ini mengusung konsep “bersinergi, berencana, dan berdampak” dengan menghadirkan kegiatan seperti Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), Rumah Data Kependudukan, hingga Sekolah Lansia.

Tak hanya itu, DPPKB juga mencatat prestasi dalam penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJBK) yang berhasil meraih penghargaan terbaik pertama tercepat dari BKKBN Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam upaya pencegahan stunting, sebanyak 999 tim pendamping keluarga telah diterjunkan. Pendampingan ini mencakup berbagai kelompok sasaran, mulai dari calon pengantin hingga balita. Sepanjang 2025, pendampingan dilakukan terhadap 1.737 calon pengantin, 6.500 ibu hamil, 1.834 ibu pascasalin, hingga ribuan bayi dan balita lainnya.

Selain itu, intervensi serentak pencegahan stunting juga terus digencarkan hingga akhir 2026. Salah satu inovasi terbaru adalah program “Ibu Cinta” yang berfokus pada keterlibatan keluarga dalam pemenuhan gizi melalui dapur rumah tangga.

DPPKB juga menjalankan sejumlah program Quick Wins kependudukan, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GURIK). Hingga awal Juni 2026, program ini telah menjangkau 224 sasaran dengan total bantuan mencapai Rp 230.840.000 juta yang berasal dari kontribusi masyarakat dan mitra.

Program lainnya seperti Sidayak (Lansia Berdaya), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), hingga Ganti (Gerakan Hari Tenang Indonesia) turut menjadi bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat dan berdaya.

Tak kalah penting, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi andalan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Program ini menyasar anak PAUD, ibu hamil, dan ibu menyusui dengan capaian ribuan penerima manfaat setiap bulannya. Ke depan, jumlah distribusi makanan ditargetkan meningkat hingga 300 porsi per hari di seluruh Kota Samarinda.

“Seluruh capaian ini tidak lepas dari peran kader, tenaga kesehatan, serta dukungan berbagai pihak. Kami optimistis, melalui kolaborasi ini, kualitas keluarga di Samarinda akan terus meningkat,” ujar Deasy.

Melalui momentum Harganas 2026, Pemkot Samarinda berharap berbagai program yang telah berjalan dapat semakin diperkuat demi mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Related posts

Korban Alfamart Ambruk di Kalsel Mendapat Santunan Dari BPJS Tenagakerja

Febiana

Asproksi Siap Tingkatkan Pelayanan Kesehatan dengan Inovasi dan Pembaruan

natmed

Mas Adi: Cegah Stunting, Ayo Makan Ikan

Sahal