Samarinda

5 Tempat Sunset Terbaik di Samarinda Buat Foto Instagramable

Teks: Suasana sore di Tepian Mahakam saat golden hour menjadi lokasi favorit anak muda Samarinda. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Samarinda mungkin lebih dikenal sebagai kota industri dan perdagangan di Kalimantan Timur. Namun, di balik hiruk-pikuk jalanannya, Kota Tepian menyimpan banyak spot sunset yang diam-diam memikat.

Mulai dari bukit dengan panorama city light hingga tepian Sungai Mahakam yang tenang saat sore hari, semuanya menawarkan suasana yang cocok untuk healing sekaligus berburu konten Instagram.

Bagi anak muda Samarinda, menikmati senja kini bukan sekadar menunggu matahari tenggelam. Sunset sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Banyak orang sengaja datang menjelang sore hanya untuk duduk santai, menikmati kopi, memotret langit jingga, atau membuat video estetik untuk media sosial.

Berikut lima tempat sunset terbaik di Samarinda yang wajib masuk daftar kunjunganmu.

1. Bukit Steling (Puncak Selili)

Kalau berbicara soal spot sunset paling ikonik di Samarinda, nama Bukit Steling atau Puncak Selili hampir selalu masuk daftar utama. Tempat ini berada di kawasan Selili dan terkenal karena pemandangannya yang langsung menghadap Sungai Mahakam.

Dari atas bukit, pengunjung bisa melihat hamparan rumah warga, jembatan, lalu lintas kendaraan, hingga aliran sungai yang perlahan berubah warna saat matahari mulai tenggelam. Ketika langit cerah, perpaduan warna oranye dan biru senja terlihat sangat dramatis.

Tempat ini cocok untuk kamu yang suka suasana tenang dan sedikit petualangan. Untuk mencapai puncak, pengunjung perlu berjalan kaki melewati jalur menanjak. Meski cukup menguras tenaga, pemandangan yang didapat benar-benar sepadan.

Saat malam mulai datang, city light Samarinda perlahan menyala dan menciptakan panorama yang tidak kalah cantik. Banyak fotografer lokal menjadikan tempat ini sebagai lokasi favorit untuk hunting foto landscape.

2. Teras Samarinda (Tepian Mahakam)

Jika ingin menikmati sunset tanpa harus mendaki bukit, Teras Samarinda bisa menjadi pilihan paling nyaman. Kawasan ini kini menjadi ikon baru Kota Samarinda dengan konsep pedestrian modern di pinggir Sungai Mahakam.

Menjelang sore, area ini selalu ramai oleh warga yang jogging, nongkrong, atau sekadar duduk menikmati angin sungai. Pantulan cahaya matahari di permukaan air Mahakam menciptakan efek visual yang cantik, terutama saat golden hour.

Banyak anak muda memanfaatkan area ini untuk membuat konten TikTok atau Instagram karena desainnya terlihat rapi dan estetik. Deretan kursi taman, lampu jalan modern, dan latar sungai membuat foto terlihat lebih cinematic.

Selain itu, di area parkir Teras Samarinda terdapat cafe-cafe estetik yang bisa kamu kunjungi di sepanjang tepian Mahakam.

Selain gratis, lokasi ini juga sangat mudah dijangkau karena berada di pusat kota. Tidak heran jika Teras Samarinda menjadi salah satu tempat favorit warga untuk melepas penat setelah beraktivitas.

3. Mahakam Riverside Market (Marimar)

Mahakam Riverside Market atau yang lebih dikenal dengan sebutan Marimar menawarkan pengalaman menikmati sunset dengan suasana yang lebih santai. Tempat ini memadukan konsep wisata kuliner dan area nongkrong di pinggir sungai.

Menjelang petang, pengunjung biasanya mulai memenuhi area dermaga sambil membeli jajanan atau minuman. Suasana angin sungai yang sejuk membuat tempat ini terasa nyaman untuk duduk lama.

Yang membuat Marimar menarik adalah suasana lifestyle-nya. Banyak orang datang bukan hanya untuk makan, tetapi juga berburu foto estetik dengan latar kapal-kapal di Sungai Mahakam.

Saat lampu-lampu mulai menyala dan langit berubah gelap, tempat ini terasa semakin hidup. Beberapa sudut bahkan terlihat seperti kawasan waterfront city yang modern.

Bagi pecinta konten video, Marimar sangat cocok untuk membuat video cinematic bertema senja dan kehidupan kota.

4. D’Puncak Cafe & Resto

Tren menikmati sunset sambil nongkrong di kafe juga semakin populer di Samarinda. Salah satu tempat yang cukup dikenal adalah D’Puncak Cafe & Resto yang berada di kawasan Jalan MT Haryono.

Kafe ini menawarkan pemandangan kota dari ketinggian. Saat sore hari, pengunjung bisa melihat langit berubah warna sambil menikmati kopi atau makanan ringan.

Interior kafenya juga dibuat cukup estetik dengan konsep semi outdoor yang nyaman untuk bersantai. Banyak pengunjung datang khusus untuk berfoto karena hampir setiap sudutnya terlihat Instagramable.

Selain cocok untuk nongkrong bersama teman, tempat ini juga sering menjadi pilihan pasangan muda yang ingin menikmati suasana romantis saat senja.

Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari kopi, mocktail, hingga makanan berat. Karena itu, pengunjung biasanya memilih datang lebih awal agar bisa menikmati suasana sore hingga malam sekaligus.

5. Puncak 30 Sidomulyo

Bagi warga Samarinda, Puncak 30 Sidomulyo menjadi salah satu hidden gem yang cukup populer di kalangan anak muda. Tempat ini dikenal sebagai lokasi nongkrong sederhana dengan pemandangan kota dari atas ketinggian.

Meski fasilitasnya tidak semewah tempat lain, daya tarik utama Puncak 30 justru terletak pada panorama alam dan city light yang terbuka luas.

Saat sunset, langit Samarinda terlihat sangat indah dari tempat ini. Banyak pengunjung memanfaatkan momen tersebut untuk membuat foto siluet dengan latar matahari tenggelam.

Karena suasananya lebih santai dan sederhana, tempat ini sering menjadi lokasi favorit untuk nongkrong bersama teman sambil membawa kopi atau camilan sendiri.

Bagi pecinta fotografi, Puncak 30 menawarkan banyak sudut menarik yang cocok untuk foto portrait maupun landscape.

Di tengah perkembangan kota yang semakin modern, Samarinda ternyata masih menyimpan banyak ruang untuk menikmati senja dengan cara sederhana. Dari tepian sungai hingga puncak bukit, setiap tempat punya suasana dan cerita berbeda.

Bagi sebagian orang, sunset hanyalah pergantian waktu menuju malam. Namun bagi banyak anak muda Samarinda, senja telah menjadi cara untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kota, menikmati pemandangan, dan mengabadikan momen yang terasa hangat lewat kamera.

Related posts

Memutus Rantai Covid19 Dengan Cara Membatasi Kegiatan Mudik

natmed

Andi Harun Minta Publik Objektif Menilai PDAM, Air Keruh Disebut Dampak Pengurasan Berkala

Aminah

Setelah Kasus RSUD IA Moeis, Dinkes Pastikan Layanan Darurat Dibenahi dan Tanpa Penolakan

Aminah