Samarinda, Natmed.id – Desa Wisata Merabu di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau diproyeksikan menjadi salah satu penopang utama pengembangan kawasan Geopark Sangkulirang–Mangkalihat.
Desa ini dinilai telah menunjukkan kesiapan sebagai destinasi berbasis ekowisata yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi menyebut Merabu sebagai contoh desa wisata yang berkembang dengan dukungan kuat dari pemerintah daerah dan masyarakat.
“Merabu ini sudah bagus, komitmennya luar biasa. Bahkan sudah menjadi salah satu sumber PAD yang cukup signifikan di Berau,” ujarnya, Rabu 6 Mei 2026.
Dengan luas wilayah sekitar 22.000 hektare dan dihuni lebih dari 300 jiwa, Merabu menawarkan konsep wisata berbasis konservasi karst yang terintegrasi dengan kehidupan masyarakat lokal.
Pemprov Kaltim saat ini mendorong penguatan desa wisata di sekitar kawasan karst, termasuk Merabu, melalui program pendampingan yang melibatkan sektor swasta dan lembaga mitra pembangunan.
“Kita tidak hanya bangun infrastruktur, tapi juga penguatan SDM, kelembagaan, hingga ekonomi kreatif masyarakat,” jelas Ririn.
Ia menekankan, pengembangan desa wisata harus memperhatikan standar dasar pariwisata, seperti fasilitas sanitasi, keamanan dan kenyamanan pengunjung.
“Hal sederhana seperti toilet, tempat ibadah, dan keamanan itu krusial. Itu jadi penilaian penting dalam pengembangan desa wisata,” katanya.
Ke depan, desa wisata seperti Merabu juga didorong untuk menerapkan sistem retribusi yang dapat menjadi sumber pendapatan daerah sekaligus mendukung keberlanjutan pengelolaan.
Namun, Ririn mengingatkan bahwa kawasan geopark memiliki batasan ketat sebagai area konservasi. Aktivitas wisata harus tetap menjaga keseimbangan ekosistem.
“Kalau sudah jadi geopark, tidak bisa sembarangan. Harus ada pengaturan, karena ini kawasan konservasi yang harus dijaga,” tegasnya.
Dengan potensi kunjungan yang terus meningkat dan dukungan berbagai pihak, Merabu diharapkan mampu menjadi model pengembangan desa wisata berbasis ekowisata di Kaltim.
“Ini peluang besar, tinggal bagaimana kita kelola dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya.
