Samarinda, Natmed.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Sekolah Dasar (SD) Negeri 007 Samarinda Ulu menjadi momentum yang tidak hanya berisi seremoni, tetapi juga menampilkan berbagai inovasi pendidikan sekaligus membuka ruang evaluasi terhadap program pemerintah.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menegaskan pentingnya pendidikan dasar sebagai fondasi utama bagi perkembangan anak. Menurutnya, kualitas ilmu dasar akan sangat menentukan masa depan siswa.
“SD adalah fondasi. Kalau dasar anak-anak kuat, ke depan mereka bisa berkembang lebih baik dan siap menjalankan tanggung jawabnya,” ujarnya, Kamis 23 April 2026.
Ia juga mengapresiasi kepemimpinan sekolah yang dinilai memiliki visi dalam mendorong kemajuan pendidikan, serta berharap SDN 007 terus melahirkan inovasi dan generasi yang berdaya saing.
Selain pendidikan Saefuddin turut menyinggung isu lain, seperti penutupan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut langkah tersebut berkaitan dengan persoalan pengelolaan limbah yang belum memenuhi standar.
“Pengolahan limbahnya belum sesuai spesifikasi, jadi harus diperbaiki agar memenuhi ketentuan,” jelasnya.
Terkait layanan kesehatan ia menanggapi status Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (AWS) yang disebut telah memenuhi standar tertentu. Menurutnya, klasifikasi rumah sakit ditentukan berdasarkan indikator yang telah ditetapkan secara nasional.
Sementara itu Kepala SDN 007 Samarinda Ulu Sri Mulyati menjelaskan bahwa sekolah tersebut merupakan hasil penggabungan tiga sekolah pada 2016. Memasuki usia ke-10, pihaknya berupaya menjadikan perayaan sebagai refleksi sekaligus ruang pengembangan kreativitas siswa.
Berbagai kegiatan digelar mulai dari lomba akademik seperti membaca ikrar pelajar dan pidato bertema Kartini, hingga kegiatan seni seperti mewarnai tokoh emansipasi, parade busana daerah, hingga pawai.
“Kami ingin ini bukan sekadar seremoni, tapi memberi makna bagi anak-anak, baik secara akademik maupun kreativitas,” ujarnya.
Puncak kegiatan diisi dengan peluncuran sejumlah inovasi, di antaranya aplikasi berbasis Android SHIP 007 yang memuat sistem informasi sekolah dan perpustakaan digital.
Selain itu diluncurkan pula lagu identitas sekolah (Gumars) serta buku karya kepala sekolah tentang “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”.
Di sisi lain evaluasi terhadap program MBG juga menjadi perhatian. Pihak sekolah tengah mengumpulkan data dari siswa, guru, dan orang tua untuk melihat dampak program terhadap motivasi belajar.
“Evaluasi kami berbasis data, jadi tidak hanya asumsi,” jelas Sri Mulyati.
Ia mengakui masih ada sejumlah kendala, seperti distribusi makanan yang menyita waktu belajar serta variasi menu yang dinilai kurang. Namun, program tersebut tetap memberikan manfaat, terutama bagi siswa dari keluarga menengah ke bawah.
“Anak-anak yang sebelumnya tidak sarapan, sekarang bisa makan. Itu sudah membantu,” katanya.
Meski terdapat catatan pihak sekolah tetap mengapresiasi program pemerintah tersebut, sembari mendorong perbaikan agar manfaatnya bisa lebih optimal ke depan.
