Samarinda, Natmed.id – Rencana pembangunan Teras Samarinda III dipastikan belum dapat direalisasikan pada 2026. Pemerintah Kota Samarinda menunda proyek lanjutan tersebut akibat keterbatasan kemampuan keuangan daerah, meskipun seluruh perencanaan teknis telah diselesaikan.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengungkapkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran menjadi alasan utama penundaan. Pemkot memilih mengalihkan fokus pembiayaan pada sektor yang dinilai lebih mendesak, terutama pelayanan dasar.
“Seharusnya tahun ini kita bangun Teras III, tapi karena kondisi keuangan mengalami efisiensi, kita prioritaskan hal-hal yang wajib, terutama pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar,” ujarnya saat melakukan peninjauan kawasan Teras Samarinda, Rabu 22 April 2026.
Keputusan tersebut diambil agar program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan fiskal. Pembangunan ruang publik tetap menjadi agenda penting, namun harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Meski demikian, proyek Teras Samarinda III tidak dibatalkan. Perencanaan yang telah rampung akan menjadi dasar untuk percepatan realisasi ketika kondisi anggaran memungkinkan.
“Saya sudah mendapatkan konfirmasi dari perangkat daerah teknis bahwa perencanaan tahap tiga sudah selesai. Kalau belum bisa dikerjakan sekarang, maka tahun depan kita akan mulai dari penghubungnya,” jelasnya.
Penghubung yang dimaksud adalah konektor antara kawasan parkir dan rencana Teras Samarinda III dengan Teras Samarinda I. Infrastruktur ini dinilai penting untuk memastikan integrasi kawasan pedestrian yang sudah lebih dulu dibangun.
Di sisi lain, Pemkot Samarinda menargetkan Teras Samarinda II segera difungsikan dalam waktu dekat. Kawasan tersebut akan menjadi tambahan ruang publik yang diharapkan mampu menampung aktivitas masyarakat.
“Insyaallah dua sampai tiga bulan ke depan Teras II sudah siap kita resmikan dan operasikan untuk menambah sarana publik, menjadi meeting point bagi keluarga dan masyarakat,” kata Andi.
Ia menilai kehadiran Teras Samarinda sejauh ini telah memberikan dampak positif sebagai ruang interaksi warga sekaligus destinasi kota. Karena itu, pengembangan tahap selanjutnya tetap direncanakan secara bertahap.
Teras Samarinda III dirancang sebagai lanjutan dari pengembangan sebelumnya yang berlokasi di kawasan Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan BTN. Proyek ini akan melengkapi fasilitas pedestrian dengan pembangunan musala, area parkir, serta ruang galeri yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan sodetan air yang terhubung ke Sungai Mahakam. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan drainase di kawasan pusat kota yang selama ini kerap mengalami genangan saat curah hujan tinggi.
Secara konsep, Teras Samarinda III juga akan berfungsi sebagai penghubung antarkawasan, mengintegrasikan Teras Samarinda tahap I, II, dan III dalam satu kesatuan ruang publik yang berkelanjutan.
Namun, di tengah ambisi pengembangan tersebut, tantangan fiskal menjadi faktor penentu kecepatan realisasi. Pemkot mengakui bahwa keterbatasan anggaran memaksa pemerintah untuk melakukan skala prioritas secara ketat.
“Yang penting kita tetap punya perencanaan yang jelas. Ketika kemampuan keuangan memungkinkan, kita langsung kerjakan,” tegas Andi.
