Kalimantan Timur

Titik Hotspot Bermunculan, Kaltim Masuk Fase Siaga Karhutla

Teks: Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Budi Purnomo Senin,20/4/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring munculnya titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah.

Kondisi hari tanpa hujan yang mulai memanjang dinilai menjadi faktor utama meningkatnya risiko tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Budi Purnomo menjelaskan bahwa kemunculan hotspot bersifat dinamis dan sangat bergantung pada karakteristik wilayah.

“Titik hotspot itu bervariasi, tergantung kondisi lahan. Bisa dari area tambang, kawasan industri, maupun wilayah perkotaan,” ujarnya, Senin 20 April 2026.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa tidak semua hotspot otomatis menjadi kebakaran. BPBD melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan validitas dan potensi eskalasi.

“Hotspot itu bukan berarti langsung fire spot. Kita lihat dulu apakah bertahan lebih dari satu hari. Kalau lebih dari dua jam saja sudah jadi perhatian serius bagi kita,” jelasnya.

Berdasarkan pemantauan terbaru, wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi daerah dengan jumlah hotspot relatif tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

“Kemarin yang cukup banyak itu di Kutim dan Kukar. Itu yang kita perhatikan,” ungkap Buyung.

Ia menambahkan, kemunculan titik panas di wilayah tersebut tidak lepas dari aktivitas lahan, termasuk pertambangan dan industri.

Meski demikian, kondisi iklim di Kaltim saat ini dinilai masih belum memasuki fase kritis. BPBD mencatat hari tanpa hujan masih berada dalam kategori pendek.

“Hari tanpa hujan kita masih relatif pendek, masih di bawah 10 hari. Tapi ini tetap harus diwaspadai karena semakin panjang hari tanpa hujan, semakin mudah terjadi kebakaran,” katanya.

Selain potensi karhutla, BPBD juga mengantisipasi dampak lanjutan dari musim kering, terutama terhadap ketersediaan pangan dan stabilitas harga di daerah.

Buyung menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga pasokan dan mencegah gejolak harga.

“Kita sudah koordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan ketersediaan pangan. Jangan sampai ada gangguan distribusi atau lonjakan harga,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya langkah intervensi seperti operasi pasar untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi tekanan ekonomi.

BPBD Kaltim mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa perlu panik. Pemerintah daerah, kata Buyung, terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan potensi bencana secara berkala.

“Yang penting kita siap, mudah-mudahan kita bisa melalui musim ini dengan baik. Musim panas, tapi jangan sampai kepanasan,” tegasnya.

Related posts

Bangun Solidaritas, OPD Pemprov Kaltim Latih Tanding Mini Soccer

Mustofa

Keindahan Alam Gunung Embun Memukau Akmal Malik

Intan

Isran Ingatkan Agar Berhati-hati Bagi Pelaku Usaha

Febiana