Pendidikan

Pengembalian Dana UKT Gratispol Polnes, 90 Persen Mahasiswa Baru Sudah Terima

Teks: Ketua Satgas Gratispol Polnes Muhammad Ramadhani Saat Dimintai Keterangan Pers Pada Selasa,14/4/26. (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Upaya pengembalian dana Uang Kuliah Tunggal (UKT) melalui program beasiswa Gratispol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Gratispol Polnes Muhammad Ramadhani mengonfirmasi bahwa hampir seluruh mahasiswa baru telah menerima hak mereka, sementara proses untuk mahasiswa aktif sedang dipersiapkan dalam skala besar.

Kesuksesan penyaluran ini merupakan hasil kerja keras tim Satgas yang telah bergerak intensif melakukan verifikasi dan koordinasi dengan bagian keuangan kampus sejak awal tahun.

Ramadhani menjelaskan bahwa proses pengembalian dana bagi mahasiswa baru angkatan 2025 telah berjalan sesuai jadwal. Sebagian besar dana sudah berpindah tangan kepada para mahasiswa yang berhak.

“Untuk pengembalian mahasiswa baru, itu sudah kita laksanakan mulai dari bulan Maret sampai awal April ini. Kita bisa katakan 90 persen sudah menerima pengembalian dana tersebut,” ungkap Ramadhani saat ditemui pada Selasa, 14 April 2026.

Meski demikian, ia mengakui masih ada selisih 10 persen yang belum terselesaikan. Namun, ia menekankan bahwa hambatan tersebut bukan berasal dari sistem ataupun ketersediaan anggaran, melainkan kendala kehadiran mahasiswa.

“Sepuluh persen di antara mahasiswa sendiri yang belum datang untuk mengambil ke bagian keuangan. Selain itu, ada juga beberapa mahasiswa yang mengundurkan diri, sehingga secara otomatis dana tersebut akan kami kembalikan ke kas pemerintah provinsi,” tambahnya.

Bagi mahasiswa aktif angkatan 2022, 2023, dan 2024, Ramadhani membawa kabar yang sangat dinantikan. Ia menegaskan bahwa manajemen Polnes sedang menyusun langkah-langkah administratif untuk pencairan dana yang jumlahnya mencapai angka fantastis.

“Sedangkan untuk mahasiswa aktif, berdasarkan informasi terbaru, sudah mulai kita proses. Mulai dari tahapan pembuatan SK (surat keputusan) hingga persiapan uangnya. Ini bukan jumlah yang sedikit, karena ini hitungan miliaran rupiah yang akan dikembalikan,” tegasnya.

Ramadhani meminta mahasiswa untuk memahami bahwa proses ini memerlukan ketelitian ekstra demi akuntabilitas publik.

“Jadi tidak semudah menarik uang di ATM lalu dikasihkan. Ada prosedur birokrasi dan perbankan yang harus kita lalui agar tidak ada kesalahan dalam penyaluran dana miliaran tersebut,” tambahnya.

Terkait adanya isu mahasiswa yang merasa memenuhi syarat namun namanya belum muncul, Ramadhani menjelaskan bahwa Satgas telah menyerahkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) kepada Pemprov Kaltim sejak Januari lalu.

“Per Januari kemarin, kami sudah memenuhi daftar nama berupa SPTJM sebanyak 3.400 mahasiswa yang dinyatakan tidak menerima beasiswa lain (double funding). Semuanya sudah kami masukkan ke dalam sistem pelaporan,” jelasnya.

Ia juga berjanji akan melakukan kroscek mendalam jika ditemukan adanya mahasiswa yang datanya terselip atau mengalami kegagalan sistem.

“Kami bersama TP2G akan berkomunikasi langsung dengan pemprov. Kita cari tahu apakah ada perbedaan huruf atau ejaan pada namanya antara yang dilaporkan dengan yang terdaftar? Kalau titik terangnya sudah dapat, akan langsung kita eksekusi prosesnya,” jelasnya.

Untuk mengurangi simpang siur informasi di kalangan mahasiswa, Satgas Gratispol memanfaatkan jaringan komunikasi yang terstruktur hingga ke tingkat jurusan.

“Semua informasi resmi dari pemprov, baik lewat website maupun media sosial, kami sebarkan ke Lingkar Advo. Nantinya, teman-teman advokasi di tiap jurusan akan meneruskan informasi ini secara langsung ke mahasiswa di lingkup mereka,” tutur Ramadhani.

Langkah ini juga didukung oleh jajaran struktural kampus yang telah diselaraskan persepsinya mengenai program beasiswa ini.

“Kami pun sudah mengundang para Ketua Jurusan (Kajur) hingga Ketua Program Studi (Kaprodi) dalam pertemuan khusus. Tujuannya agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama terkait teknis penyaluran Gratispol ini,” ujarnya.

Ramadhani berpesan agar mahasiswa tetap tenang dan rutin memantau informasi resmi. Ia mengingatkan bahwa pengumuman penerima biasanya tidak keluar dalam satu waktu sekaligus.

Keluhan terbesar mahasiswa bertanya, mengapa nama mereka belum keluar di tahap 1, 2, atau 3.

Pengumuman ini bisa berlangsung hingga 8 tahap. Jadi saya mohon teman-teman mahasiswa untuk tetap bersabar dan menunggu.

“Semoga nama Anda muncul di tahap-tahap selanjutnya,” pungkasnya.

Related posts

SMA 17 Masih Numpang di SD 009, Rozak: Kenaikan Kelas Menggunakan Portofolio Siswa

natmed

111 Siswa SMA IT Granada Samarinda Wisuda Al-Qur’an, 2 Siswa Tuntaskan 30 Juz

Aminah

Delegasi Tiga Kampus Besar Kunjungi SMAN 16 Samarinda, Dorong STEM dan Literasi Digital

Aminah