Pendidikan

Rudy Mas’ud Ajak Mahasiswa Jadi Pemimpin, Bukan Sekadar Pengikut

Teks: Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Saat Memberikan Penyampaian Secara Daring Pada Diskusi Publik Yang Diadakan di Aula Rektorat Polnes Pada Selasa,14/4/26. (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Dalam agenda diskusi terbuka mengenai monitoring dan evaluasi pendidikan di Aula Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud tidak hanya memaparkan angka-angka anggaran, tetapi juga membawa narasi besar tentang transformasi mentalitas pemuda Kalimantan Timur.

Rudy Mas’ud langsung menyoroti perbedaan fundamental pola pikir pendidikan di negara maju yang ia kunjungi. Ia menekankan bahwa ijazah tidak boleh hanya menjadi tiket untuk mencari pekerjaan, melainkan harus menjadi modal utama untuk menciptakan perubahan.

Ia mengisahkan pengalamannya saat melakukan studi banding ke Amerika Serikat sebagai tolok ukur kualitas SDM global yang ingin ia terapkan di Bumi Etam.

“Catatan kami saat berkunjung ke Amerika, khususnya di Harvard University, mereka sekolah dan kuliah bukan untuk mencari pekerjaan. Mereka dididik untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Rudy Mas’ud, Selasa, 14 April 2026.

Selain itu, ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir bagi mahasiswa Kaltim agar tidak hanya menjadi pencari kerja, melainkan menjadi pemimpin yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi ribuan orang lainnya.

Belajar dari pola pendidikan di universitas dunia seperti Harvard, Rudy menegaskan bahwa mahasiswa harus dicetak menjadi pemimpin (leader) dan bukan pengikut (follower).

Sehingga mereka tidak lagi sekadar menunggu lowongan pekerjaan muncul, tetapi aktif berinovasi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat luas.

“Pola pikir inilah yang harus kita adopsi. Saya tidak ingin mahasiswa Kaltim hanya duduk manis menunggu lowongan di media, tapi harus mampu berpikir bagaimana membuka lowongan untuk ribuan orang lainnya,” jelasnya.

Menjawab kekhawatiran mahasiswa mengenai biaya pendidikan yang kian meningkat, Gubernur Rudy menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, pendidikan diposisikan sebagai investasi jangka panjang daerah, bukan beban bagi kas negara.

“Pendidikan bukanlah cost atau biaya. Pendidikan ini adalah investasi. Setiap rupiah yang kita keluarkan hari ini adalah investasi untuk mencetak tenaga kerja terampil yang akan menjadi mesin penggerak ekonomi Kalimantan Timur,” tegasnya.

Visi besar Rudy pun tidak berhenti di tingkat sarjana. Ia menjanjikan keberlanjutan beasiswa hingga tingkat tertinggi dalam strata akademik.

“Kami ingin memastikan bahwa ke depan, seluruh anak-anak Kalimantan Timur memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan sampai dengan jenjang S3 secara gratis tanpa terkecuali. Kita ingin Kaltim dipenuhi oleh para doktor yang inovatif,” imbuhnya.

Sebagai bentuk transparansi, Rudy Mas’ud membedah realisasi penyaluran program bantuan pendidikan (Gratispol) tahun 2026 yang telah menyentuh angka ratusan miliar rupiah. Dampak program ini terasa di seluruh penjuru Kaltim.

“Jika kita melihat data secara keseluruhan di tingkat provinsi, hingga tahap satu dan dua tahun 2026, program ini telah menjangkau lebih kurang 48.675 mahasiswa dengan total anggaran yang luar biasa, mencapai Rp220,7 miliar,” ujarnya.

Rudy memberikan apresiasi khusus bagi model pendidikan vokasi yang diterapkan oleh Polnes. Menurutnya, keterampilan praktis adalah jawaban nyata bagi kebutuhan industri, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

“Khusus untuk pendidikan vokasi, kami berharap lulusan Polnes tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Kalian adalah para ahli, inovator, dan motor penggerak pembangunan. Jadilah tuan rumah yang memiliki kualitas di atas rata-rata,” pesannya.

Rudy Mas’ud memberikan kutipan motivasi dari Proklamator RI, Bung Karno, sebagai bahan renungan bagi ribuan mahasiswa yang hadir.

“Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Kalau kau tidak sampai ke langit ketujuh, paling tidak kau akan jatuh di antara bintang-bintang. Jangan pernah membatasi mimpimu karena alasan biaya, karena pemerintah hari ini hadir untuk memastikan mimpi kalian tetap terbang tinggi,” tutupnya.

Related posts

Akademisi Ajak Guru Terus Kembangkan Penulisan Buku

Arum

Delegasi Tiga Kampus Besar Kunjungi SMAN 16 Samarinda, Dorong STEM dan Literasi Digital

Aminah

Diklat Podcast Sukses Digelar, Peserta Siap Aplikasikan Ilmu di Lapangan

Alfi