Kalimantan Timur

Jelang Demo 21 April, Satpol PP Kaltim Akui Personel Terbatas Amankan Dua Titik Aksi

Teks: Kepala Satpol PP Kaltim Munawwar Saat Wawancara Bersama Awak Media, Senin,13/4/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Menjelang rencana aksi demonstrasi pada 21 April 2026 di Kota Samarinda, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kaltim menyatakan kesiapan untuk melakukan pengamanan, meski dihadapkan pada keterbatasan jumlah personel.

Aksi yang dimotori Aliansi Perjuangan Masyarakat (APM) Kaltim tersebut dijadwalkan menyasar dua titik, yakni Kantor DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sungai Kunjang, serta Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Samarinda Ulu.

Kepala Satpol PP Kaltim Munawwar mengatakan pihaknya tetap akan menjalankan tugas pengamanan dengan sumber daya yang ada, meskipun jumlah personel dinilai belum ideal.

“Kalau personel kami punya keterbatasan, tapi kami tetap menjalankan dengan keterbatasan yang ada,” ujarnya saat diwawancarai awak media, Senin 13 April 2026.

Pengamanan tidak hanya difokuskan di titik utama aksi, tetapi juga mencakup area sekitar lokasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama demonstrasi berlangsung.

Dalam pelaksanaannya, Satpol PP juga akan berkoordinasi dan melibatkan aparat kepolisian guna memperkuat pengamanan, terutama untuk mengantisipasi potensi gesekan di lapangan.

“Kita antisipasi karena massa bisa jadi saat mengungkapkan aspirasinya, terjadi gesekan emosional,” katanya.

Munawwar menambahkan, langkah pengamanan ini merupakan bagian dari upaya menjaga aset milik pemerintah provinsi sekaligus memastikan aksi berjalan tertib.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi tetap membuka ruang dialog bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi. Menurutnya, setiap persoalan yang disuarakan dalam aksi harus dapat ditindaklanjuti secara konstruktif.

“Paling tidak apa yang menjadi permasalahan bisa diakomodir oleh pemerintah. Paling tidak ya menemui massa,” jelasnya.

Sebagai informasi, aksi 21 April tersebut direncanakan akan melibatkan massa dalam jumlah besar, dengan agenda utama menyuarakan tuntutan terkait dugaan nepotisme dan praktik politik dinasti di daerah.

Dengan dua titik aksi yang menjadi pusat konsentrasi massa, kesiapan pengamanan menjadi perhatian penting, terutama dalam menjaga situasi tetap kondusif di tengah keterbatasan personel yang dimiliki Satpol PP.

Related posts

Program Internet Desa Gratis di Kaltim Fokus Satu Titik Tiap Desa

Paru Liwu

Joni Serahkan Hand Traktor Untuk Kelompok Tani Desa Masalap Raya

Febiana

Pramuka Kaltim Gelar Agenda Padat, Dari Hari Pramuka Hingga Perensaka di Paser

Adinda Febrianti