Samarinda

Samarinda Kantongi Kuota Haji Terbesar di Kaltim, Jemaah Dapat Tambahan Uang Saku 100 Rial

Teks: Wali Kota Samarinda Andi Harun Saat Memberikan Keterangan Pers, Usai Melepas Jamaah Haji di GOR Segiri, Minggu,5/4/26. (Natmed.id/sahal)

Samarinda, Natmed.id – Kota Samarinda mencatatkan kuota pemberangkatan haji terbesar di Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2026. Sebanyak 1.024 jemaah dipastikan berangkat ke Tanah Suci secara bertahap mulai 26 April mendatang.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan peningkatan jumlah jemaah ini menjadi kabar baik, namun di sisi lain menuntut kesiapan yang lebih matang dari para calon jemaah.

“Alhamdulillah tahun ini Samarinda mendapatkan kuota terbanyak di seluruh Kaltim, sebanyak 1.024 jemaah,” ujarnya usai melepas jemaah haji, di Gor Segiri Samarinda, Minggu 5 April 2026.

Ia menjelaskan, keberangkatan jemaah akan dilakukan secara bergelombang, dengan kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 26 April 2026.

“Mereka akan berangkat secara bertahap, mulai kloter pertama tanggal 26 April,” katanya.

Meski demikian, Andi Harun mengingatkan bahwa ibadah haji bukan perjalanan biasa. Jemaah akan menghadapi berbagai tantangan, terutama kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang diperkirakan mencapai puncaknya saat wukuf di Arafah.

“Perjalanan haji itu penuh tantangan. Cuaca di Saudi sudah mulai panas, bahkan saat puncak wukuf diperkirakan bisa mencapai 50 derajat Celsius. Ini harus benar-benar diantisipasi dengan menjaga kesehatan,” tegasnya.

Selain faktor cuaca, tantangan lain juga datang dari aspek fisik dan jarak tempuh. Lokasi penginapan jemaah yang berada cukup jauh dari titik-titik ibadah menjadi ujian tersendiri.

“Penginapan jemaah kita rata-rata berjarak antara 3 sampai 7 kilometer. Ini tentu membutuhkan stamina yang baik,” ujarnya.

Tak hanya itu, fase mabit di Mina selama tiga hari juga disebut sebagai salah satu ujian terberat dalam rangkaian ibadah haji.

“Mabit di Mina itu tidak mudah. Butuh kesabaran dan kesiapan mental karena kondisinya padat dan fasilitas terbatas,” katanya.

Karena itu, Andi Harun menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik agar jemaah tetap mampu menjalankan puncak ibadah, yakni wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah.

“Kalau kondisi kesehatan terganggu, harus segera menyesuaikan. Istirahat lebih banyak. Karena yang tidak boleh terganggu itu adalah puncaknya di Arafah,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar para jemaah menjaga keikhlasan, kesabaran, serta saling membantu selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Jaga keikhlasan, kuatkan kesabaran, dan saling menjaga satu sama lain,” pesannya.

Sebagai bentuk perhatian, Pemerintah Kota Samarinda juga memberikan bantuan tambahan uang saku kepada seluruh jemaah.

“Kami memberikan tambahan uang saku sebesar 100 Rial per jemaah. Mudah-mudahan bermanfaat dan menjadi berkah,” kata Andi Harun.

Pemberian bantuan tersebut telah menjadi tradisi dalam beberapa tahun terakhir sebagai bentuk kedekatan pemerintah dengan jemaah.

“Ini sudah 3 sampai 4 tahun menjadi tradisi. Mungkin tidak besar nilainya, tapi ini bentuk perhatian dan ikatan antara pemerintah dengan jemaah,” ujarnya.

Andi Harun berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat serta meraih predikat haji mabrur.

“Harapan kami, 1.024 jemaah ini semuanya mendapatkan kemudahan dari Allah, pulang dengan selamat, dan menjadi haji mabrur,” tuturnya.

Ia juga meminta doa dari para jemaah untuk Kota Samarinda agar senantiasa diberkahi dan masyarakatnya diberikan kesejahteraan.

“Mohon doanya agar Samarinda menjadi negeri yang diberkahi, dilindungi, dan masyarakatnya sejahtera,” pungkasnya.

Related posts

IKA Unmul Berbagi Sembako Kepada Mahasiswa Tak Bisa Mudik

natmed

Demi Menyambung Hidup, PKL Tepian Mahakam Dirikan Posko Peduli

natmed

Jam Buka hingga Program Literasi, Inilah Layanan Perpustakaan Kota Samarinda

Aminah