Pendidikan

Buka Seleksi Paskibraka 2026, Wawali Tegaskan Ini Simbol Kedisiplinan dan Cinta NKRI

Teks: Foto bersama Wakil Wali Kota Samarinda Seafuddin Zuhri Bersama Jajaran Panitia Pelaksana dan Peserta Seleksi Paskibraka Kota Samarinda 2026, Sabtu,4/4/26 (Natmed.id/Sahal)

Samarinda, Natmed.id – Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri secara resmi membuka rangkaian seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Samarinda tahun 2026.

Acara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh ratusan pelajar terbaik dari berbagai sekolah menengah atas di seluruh penjuru kota.

Teks: Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri Saat Diwawancara Awak Media Pada Sabtu,4/4/36 (Natmed.id/Sahal)

Saefuddin menekankan bahwa menjadi anggota Paskibraka memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar tugas mengibarkan bendera pada seremoni kenegaraan. Menurutnya, Paskibraka adalah kawah candradimuka untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh.

“Paskibraka tentunya bukanlah sekadar pasukan pengibar bendera. Paskibraka adalah simbol kedisiplinan, keteladanan, integritas, semangat kebangsaan, dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Saefuddin di hadapan peserta seleksi, Sabtu 4 April 2026.

Pemerintah Kota Samarinda memandang seleksi ini sebagai investasi jangka panjang bagi daerah. Wawali Saefuddin menjelaskan bahwa proses seleksi ini bertujuan melahirkan pemuda yang memiliki kematangan mental dan wawasan kebangsaan yang kokoh.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk memilih siapa yang paling siap menjalankan tugas pengibaran bendera pada momen kenegaraan, tetapi juga untuk menyiapkan kader-kader muda daerah yang kelak menjadi teladan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa melalui proses yang berat ini, para peserta diajarkan esensi dari kerja sama tim atau teamwork.

“Dari proses inilah lahir pemuda yang belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, pengorbanan, dan semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi,” tambah Wawali.

Berdasarkan laporan dari panitia pelaksana, tercatat sebanyak 277 peserta mengikuti seleksi tahun ini. Saefuddin Zuhri memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah berani melangkah untuk menguji kemampuan diri.

“Hari ini kalian hadir sebagai putra-putri pilihan yang telah menunjukkan keberanian untuk melangkah, mencoba, dan bersaing secara sehat. Itu saja sudah merupakan keberanian untuk tampil, menguji kemampuan diri, serta bersedia menjalankan proses yang berat dan disiplin,” ungkapnya.

Ia juga menitipkan pesan penting mengenai sportivitas dan adab selama masa seleksi yang berlangsung mulai tanggal 4 hingga 21 April 2026 tersebut.

“Tunjukkan kemampuan terbaik kalian, tetapi lakukanlah dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Menang atau belum menang, bertanding atau sebelum bertanding, tapi sudah siap untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab seleksi,” pesannya.

Satu hal yang menjadi sorotan utama adalah pentingnya menjaga etika terhadap senior dan pembimbing. Ia mengingatkan bahwa kepintaran fisik tidak akan berarti tanpa didasari oleh sopan santun.

“Harapan kita, semuanya siapkan fisik, mental, adab, dan tentunya sopan santun terhadap senior dan kepada pembimbingnya. Karena di Indonesia ini diajarkan adab sopan santun, tata krama yang memberikan penghormatan kepada senior dan juniornya,” tuturnya.

Saefuddin Zuhri memberikan semangat bagi mereka yang nantinya mungkin tidak lolos dalam seleksi akhir.

“Seandainya kalian tidak diterima, pasti Tuhan memberikan jalan yang terbaik. Anda ditempatkan di mana saja, itu sudah membawa kedisiplinan Anda, membawa kebahagiaan,” pungkasnya.

Related posts

111 Siswa SMA IT Granada Samarinda Wisuda Al-Qur’an, 2 Siswa Tuntaskan 30 Juz

Aminah

Samarinda Bakal Punya Sekolah Bertaraf Internasional

Muhammad

FOKUS Tegaskan Pendidikan Gratis di Kaltim Bukan Hal Mustahil

Aras Febri