Politik

Mau Jadi Ketua Golkar Kabupaten Kota? Harus Siap Jadi Kepala Daerah

Teks: Sekretaris DPD Golkar Kaltim Muhammad Husni Fahruddin Saat Memberikan Keterangan Pers, Senin,16/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Bursa pemilihan Ketua Partai Golkar di tingkat kabupaten dan kota di Kalimantan Timur mulai memanas. Syarat wajib maju sebagai calon kepala daerah disebut menjadi penentu utama dalam perebutan posisi strategis tersebut.

Sekretaris DPD Golkar Kaltim Muhammad Husni Fahruddin menegaskan bahwa partai hanya akan memberi ruang kepada kader yang memiliki keberanian dan potensi untuk maju dalam kontestasi pilkada.

“Yang pasti yang jadi calon kuat dan menjadi ketua itu orang yang maju sebagai kepala daerah. Kalau dia tidak berani maju, tidak punya potensi, kita tidak akan memberikan peluang,” ujarnya, Senin 16 Maret 2026.

Skema tersebut menjadi bagian dari strategi partai dalam memperkuat mesin politik di daerah. Ketua partai tidak hanya berperan secara organisatoris, tetapi juga menjadi figur utama dalam pertarungan politik.

“Siapa nanti yang terpilih menjadi ketua Golkar kabupaten kota, dialah yang akan kita usung menjadi calon kepala daerah. Itu intinya,” tegasnya.

Sejumlah nama dari kalangan legislatif disebut mulai masuk dalam bursa, termasuk figur yang saat ini duduk di DPRD. Namun, peluang tersebut tidak otomatis terbuka bagi semua kader.

Husni menegaskan, hanya mereka yang dinilai memiliki kapasitas dan kesiapan maju yang akan dipertimbangkan. Kader yang tidak memiliki keberanian untuk maju disebut tidak akan diberi ruang memimpin partai.

“Kalau dia tidak mau jadi calon kepala daerah, tidak kami majukan sebagai ketua. Jadi itu salah satu syaratnya,” katanya.

Di sisi lain, Golkar juga tengah memperkuat struktur pemenangan di sejumlah daerah melalui pembentukan tim dan posisi strategis. Meski demikian, kendali utama tetap berada di tangan ketua partai sebagai penggerak mesin politik.

“Penting, sangat penting. Karena dia pemimpin organisasi, mesin partai dia pegang. Kalau dia bukan jadi ketua, sulit menggerakkan mesin partai,” ujarnya.

Related posts

Dewan dan LBH Brawijaya Dukung Pemrberantasan Pinjol Ilegal

Phandu

Bupati AGM Bikin Geger, Dari Dewan Hingga Pakar Angkat Bicara

Aditya Lesmana

Hadapi Tantangan Ekonomi, RKI PKS Perkuat Ketahanan Keluarga di Bulan Ramadan

Aminah