Samarinda, Natmed.id – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Kalimantan Timur memberikan jaminan keamanan terhadap distribusi bahan pokok di seluruh wilayah Bumi Etam.
Berdasarkan pemantauan lapangan yang dilakukan secara masif, pihak kepolisian memastikan bahwa situasi ketersediaan pangan tetap terkendali dan bebas dari praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat luas.
Dirreskrimsus Polda Kaltim sekaligus Koordinator Satgas Pangan Daerah, Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas mengungkapkan bahwa pengawasan ketat telah dilakukan di 10 kabupaten/kota untuk mendeteksi adanya pergerakan stok yang tidak wajar.
Fokus pengawasan mencakup gudang-gudang distributor hingga tingkat pengecer guna memastikan barang mengalir lancar ke tangan konsumen.
“Sampai saat ini, tim Satgas Pangan belum menemukan adanya praktik penimbunan bahan pangan di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Kami akan melakukan tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku bagi siapa saja yang terbukti melakukan penimbunan,” tegas Bambang Yugo Pamungkas pada Selasa, 17 Maret 2026.
Langkah preventif ini merupakan bagian dari operasi terpadu untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi daerah, terutama saat intensitas kebutuhan masyarakat meningkat tajam menjelang dua hari besar keagamaan, yakni Hari Raya Idulfitri dan Hari Raya Nyepi.
Kehadiran personel kepolisian di pusat-pusat distribusi diharapkan dapat menutup celah bagi para spekulan yang mencoba mencari keuntungan pribadi dengan cara yang ilegal.
Dalam menjalankan fungsinya, Satgas Pangan Polda Kaltim tidak bekerja sendirian. Sinergi lintas lembaga dilakukan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI untuk memastikan kebijakan di tingkat pusat selaras dengan implementasi di lapangan.
Pengawasan ini dijadwalkan akan semakin intensif seiring mendekatnya hari kemenangan bagi umat Muslim maupun hari sakral bagi umat Hindu tersebut.
“Satgas Pangan bersama Bapanas RI akan terus melakukan pemantauan, koordinasi, dan pengawalan ketat di lapangan hingga H-1 hari raya nanti guna memastikan masyarakat dapat beribadah dan merayakan hari besar dengan tenang tanpa kekhawatiran akan kelangkaan pangan,” pungkasnya.
