Hukum

Satreskrim Polresta Samarinda Selidiki Temuan 13 Jeriken BBM Bersubsidi

Teks: Kasatreskrim Polresta Samarinda AKP Agus Setyawan, saat membeberkan dihadapan awak media, Senin,16/3/26 (Natmed,id/sukri)
Samarinda, Natmed.id –-Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Samarinda selidiki temuan dugaan penyalagunaan BBM bersubsidi sebanyak tiga belas jeriken jenis Partalite.
Kasus tersebut bermula setelah petugas menemukan sejumlah jeriken berisi BBM saat menangani peristiwa kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Samarinda.
Kasatreskrim Polresta Samarinda AKP Agus Setyawan menyampaikan dari lokasi kejadian petugas menemukan 15 jeriken, 13 jeriken di antaranya telah terisi BBM jenis Pertalite.
“Dugaan penyalahgunaan pengangkutan BBM bersubsidi ini masih dalam tahap proses penyelidikan. Kami juga sudah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan,” ungkapAgus Setyawan kepada awak media, Senin 16 Maret 2026.
Menurutnya, temuan ini terungkap saat petugas mendatangi lokasi kecelakaan lalu lintas. Saat melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara, petugas menemukan sejumlah jeriken yang berisi BBM subsidi.
“Ini kejadiannya bersamaan dengan peristiwa laka lantas. Kebetulan di situ ditemukan sejumlah jeriken berisi BBM, sehingga kami melakukan penyelidikan lebih lanjut,”terangnya.
Selain itu, ia katakan. dalam proses penyelidikan, polisi juga mengamankan 12 barcode kendaraan yang berbeda yang diduga digunakan oleh pelaku untuk membeli BBM bersubsidi di SPBU.
Barcode tersebut diduga dipakai secara bergantian untuk membeli BBM jenis Pertalite dalam jumlah yang lebih banyak.
“Untuk modus operandinya, pelaku menggunakan beberapa barcode. Ada 12 barcode dari kendaraan berbeda yang kita amankan untuk membeli BBM jenis Pertalite,” ucap Agus.
Lebih lanjut, ungkap Agus, dari hasil pemeriksaan sementara, BBM tersebut diketahui dibeli dari salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di wilayah Kota Samarinda.
“BBM itu diisi di salah satu SPBU di wilayah Kota Samarinda yang menjual jenis Pertalite,” ujarnya.
Terkait keterlibatan pihak SPBU, penyidik memastikan akan meminta keterangan dari pihak pengelola untuk mengetahui prosedur pengisian BBM yang dilakukan oleh pelaku. “Pihak SPBU tentu akan kita mintai keterangan,” tegasnya.
Selain jeriken dan barcode kendaraan, petugas juga menemukan sebuah alat pompa yang diduga akan digunakan untuk memindahkan BBM dari jeriken ke tempat lain. Namun fungsi alat tersebut masih didalami oleh penyidik.

“Kalau proses pemindahan BBM, karena dia membeli dari SPBU, alat itu belum digunakan saat itu. Kemungkinan digunakan untuk memindahkan ke tempat lain. Itu masih proses pendalaman,” jelasnya.

Sementara itu, sopir kendaraan yang membawa jeriken BBM tersebut telah diperiksa oleh penyidik untuk dimintai keterangan.“Kami masih melakukan pendalaman dan belum menetapkan tersangka,” ungkap Agus.

Related posts

Setelah Muncul Isu Pemerasan, Firli : Ada Pihak yang Berupaya Menggagalkan Penegakan Hukum

Aminah

Dugaan Korupsi Rp1,27 Triliun, Komisaris PT ASDP Diperiksa KPK

Intan

Solidaritas Jurnalis Bontang Kecam Tindakan Represif Polisi

natmed