Samarinda

KSOP Samarinda Wajibkan Tes Narkoba dan Gandeng Tim Ahli Pusat untuk Audit Kapal

Teks: Plt. Kepala Kantor KSOP Kelas I Samarinda, M. Ridha R Saat Diwawancarai Senin,9/3/26 (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda melakukan langkah terobosan dalam menjamin keselamatan penumpang pada masa Angkutan Lebaran 1447 Hijriah.

Periode pengamanan perairan di sepanjang Sungai Mahakam secara resmi ditetapkan berlangsung mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026, dengan fokus utama pada mitigasi risiko kecelakaan pelayaran melalui audit teknis yang lebih ketat.

Plt Kepala Kantor KSOP Kelas I Samarinda M Ridha R mengungkapkan bahwa standar pengawasan tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk respons terhadap tingginya dinamika transportasi air yang menjadi urat nadi mobilitas warga Kalimantan Timur.

Salah satu poin krusial yang menjadi pembeda pada tahun ini adalah pelibatan langsung tenaga ahli dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkapel) Kementerian Perhubungan RI.

Tim pusat ini diturunkan khusus untuk melakukan uji petik atau inspeksi mendalam terhadap kelaikan armada kapal besar yang melayani arus mudik.

“Tahun ini kita melakukan tindakan yang berbeda dan jauh lebih komprehensif. Yang paling krusial, kami melibatkan tim uji petik dari pusat yang pada tahun-tahun sebelumnya belum pernah kita libatkan secara langsung dalam pengawasan teknis di Samarinda,” ungkap Ridha, Senin 9 Maret 2026.

Pemeriksaan ini tidak hanya menyasar kondisi fisik kapal, tetapi juga kelengkapan alat keselamatan seperti life jacket, sekoci, hingga sistem pemadam kebakaran di atas kapal untuk memastikan standar keamanan internasional terpenuhi.

Selain penguatan dari sisi teknis armada, KSOP Samarinda juga menaruh perhatian besar pada aspek kompetensi dan kesehatan mental para personel kapal.

Menyadari bahwa sebagian besar kecelakaan di perairan dipicu oleh faktor kelalaian manusia (human error), otoritas pelabuhan menetapkan syarat kesehatan yang ketat bagi seluruh awak kapal.

“Sebagai bentuk antisipasi konkret, kami mewajibkan pemeriksaan narkoba bagi seluruh nahkoda dan kru kapal yang akan bertugas selama masa angkutan Lebaran. Kita harus menjamin bahwa mereka yang memegang kemudi kapal berada dalam kondisi fisik yang prima, sadar penuh, dan bebas dari pengaruh zat berbahaya demi keselamatan ribuan nyawa penumpang,” tegasnya.

KSOP juga telah menginisiasi sosialisasi teknis mengenai pemanfaatan alat navigasi canggih bagi operator kapal guna menghindari potensi tabrakan atau hambatan saat melintasi jalur sempit di Sungai Mahakam.

Sebagai simbol dimulainya kesiagaan penuh, KSOP akan menyelenggarakan Apel Siaga Lintas Instansi pada Kamis mendatang.

Melalui langkah-langkah preventif yang berlapis ini, KSOP Samarinda berkomitmen untuk memastikan arus mudik di jalur perairan tidak hanya lancar secara logistik, tetapi juga memberikan keamanan maksimal bagi masyarakat yang akan bertemu keluarga di hari kemenangan.

Related posts

Penambahan 5.500 Kuota Jaringan Gas Saluran Rumah di Samarinda

natmed

Samarinda Serius Tekan AKI dan AKB Melalui Pembinaan Reproduksi dan Skrining

ericka

Aliansi Perempuan Unmul Bawa 4 Tuntutan ke Balai Kota

Febiana