Samarinda, Natmed.id –Lurah Sempaja Timur Yuliani mengakui perubahan signifikan terkait pola banjir di wilayahnya menyusul berfungsinya sebagian infrastruktur kolam retensi Bengkuring.
Upaya masif Pemerintah Kota Samarinda dalam menanggulangi bencana banjir tahunan di kawasan perumahan Bengkuring mulai membuahkan hasil dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Meski sepanjang tahun 2025 tercatat telah terjadi lima kali luapan air, dampak yang dirasakan warga kini cukup berbeda dibandingkan periode sebelumnya,”ungkap Yuliani setelah mendapat pertanyaan awak media, Rabu, 4 Maret 2028.
Keberadaan kolam retensi tersebut terbukti cukup efektif dalam mempercepat proses surutnya air yang merendam pemukiman.
Yuliani menjelaskan bahwa genangan air bisa bertahan hingga berhari-hari, kini durasi tersebut berhasil dipangkas menjadi sedikit lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini menjadi angin segar bagi warga di titik rawan, terutama di area Jalan Terong, yang secara geografis merupakan wilayah pertama yang terendam luapan air sungai sekaligus menjadi titik terakhir yang mengering saat banjir melanda.
Namun demikian, Yuliani menekankan bahwa optimalisasi pengendalian banjir di Bengkuring tidak bisa hanya mengandalkan kolam retensi semata.
Perlindungan warga akan jauh lebih absolut apabila pembangunan tanggul sungai yang dikerjakan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) dapat segera dituntaskan sepenuhnya.
Tanggul tersebut memegang peranan vital untuk membendung aliran Sungai Karang Mumus agar tidak melimpas ke daratan saat terjadi pasang surut sungai maupun hujan dengan intensitas tinggi.
Selain faktor tanggul, keberadaan pompa air menjadi instrumen kunci yang saat ini sangat dinantikan oleh warga Sempaja Timur.
Meskipun infrastruktur pintu air telah berdiri kokoh, operasionalnya belum bisa maksimal tanpa dukungan mesin pompa yang kuat untuk membuang akumulasi air dari kolam retensi kembali ke sungai secara paksa.
Sinergi antara kolam tampung, tanggul yang solid, dan sistem pemompaan yang andal diyakini menjadi solusi permanen bagi masalah banjir di kawasan tersebut.
Pemerintah Kelurahan Sempaja Timur terus menaruh harapan besar agar seluruh rangkaian proyek pengendali banjir ini segera rampung secara menyeluruh.
“Kami sangat berharap kolam retensi dan seluruh perangkat pendukungnya benar-benar selesai secepatnya, sehingga warga Bengkuring bisa mendapatkan situasi yang aman tanpa dihantui bencana banjir lagi setiap kali hujan turun,” tutup Yuliani penuh harap.
