Pendidikan

Sering Terendam Banjir Setinggi Pinggang, SDN 012 Lok Bahu Menanti Kepastian Rehab Total

Teks: Kepala Sekolah SDN 012 Lok Bahu, Riduannor Saat Diwawancara Selasa 3/3/26 (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Kondisi infrastruktur di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 012 Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, sedang dalam kondisi yang cukup memprihatinkan.

Teks: Komisi IV DPRD Samarinda Sidak Kondisi Sekolah SDN 012 Lok Bahu,Selasa,3/3/26 (Natmed.id/Sukri)

Sebagai sekolah yang menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras mengguyur, pihak sekolah sangat berharap agar usulan revitalisasi bangunan yang telah diajukan kepada Pemerintah Kota Samarinda dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Kepala SDN 012 Lok Bahu Riduannor mengonfirmasi bahwa tim dari dinas terkait telah melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau langsung kondisi bangunan.

Peninjauan tersebut meliputi pengukuran luas lahan serta pengecekan tingkat kerusakan ruang kelas yang selama ini terdampak luapan air.

Persoalan utama yang dihadapi sekolah dengan total 178 siswa ini adalah lokasinya yang berada di dataran rendah, sehingga air mudah masuk ke area sekolah dan ruang kelas. Menurutnya, durasi hujan yang hanya satu jam saja sudah cukup untuk membuat aktivitas belajar mengajar lumpuh total.

“Harapan kami memang bisa segera dibangun atau direhabilitasi secara total. Selama ini banjirnya sangat mengganggu, bahkan kalau hujannya maksimal, tingginya bisa mencapai setengah pinggang orang dewasa,” ungkap Riduannor saat diwawancara Selasa, 3 Maret 2026.

Berdasarkan analisis di lapangan, pihak sekolah mengusulkan agar bangunan baru nantinya ditinggikan setidaknya 1,8 meter (180 cm) dari permukaan tanah saat ini. Peninggian ini dianggap angka yang aman agar lantai sekolah tetap kering meski wilayah sekitar terendam banjir besar.

Saat ini, para guru dan staf terpaksa bekerja ekstra untuk menyelamatkan buku-buku pelajaran dan sarana prasarana (sapras) ke titik yang lebih tinggi setiap kali awan mendung mulai terlihat.

Di tengah perjuangan memperbaiki infrastruktur, SDN 012 Lok Bahu juga tengah menanti implementasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski proses pendataan telah dilakukan sejak awal, namun hingga saat ini sekolah tersebut belum mencicipi tahap uji coba seperti sekolah-sekolah tetangga.

Riduannor menyebutkan bahwa sekolah lain di sekitar mereka, seperti SMP 25 dan SDN 020, sudah mulai menjalankan simulasi atau uji coba program tersebut. Ia menduga kendala belum masuknya SDN 012 dalam daftar uji coba mungkin disebabkan oleh kesiapan fasilitas pendukung seperti dapur umum atau logistik distribusi.

“Kalau pendataan sudah dilakukan sejak awal bareng SD 020 dan SMP 25, tapi di tempat kami memang belum ada uji coba sama sekali. Kami masih menunggu kapan gilirannya,” jelasnya.

Di tengah isu miring mengenai dampak kesehatan dari makanan gratis di beberapa daerah, lingkungan SDN 012 Lok Bahu justru memberikan respons positif.

Riduannor menegaskan bahwa orang tua murid di sekolahnya sangat mendukung program ini, mengingat sebagian besar siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah yang sangat membutuhkan tambahan asupan gizi.

“Alhamdulillah, tidak ada penolakan dari wali murid. Anak saya kebetulan sekolah di SMP 25 dan sudah merasakan program itu, sejauh ini sangat bagus dan tidak ada masalah kesehatan. Jadi kami sangat berharap program ini segera menyentuh siswa-siswi kami di sini,” pungkas Riduannor.

Pihak sekolah kini hanya bisa berharap agar rencana pembangunan fisik dan program kesejahteraan siswa dapat berjalan beriringan demi menciptakan lingkungan belajar yang layak dan nyaman bagi anak didik di pinggiran Kota Samarinda.

Related posts

Sukses Gelar PPDB, SMAN 16 Samarinda Siap Laksanakan MPLS

Intan

Guru Non Kategori Minta Diangkat Jadi PNS

natmed

Memahami Trauma dengan Perhatian Khusus pada Anak, Kupas Tuntas Luka Masa Kecil Lewat Buku Psikologi

Sukri