Politik

Hadapi Tantangan Ekonomi, RKI PKS Perkuat Ketahanan Keluarga di Bulan Ramadan

Teks: Anggota DPRD Kota Samarinda Arif Kurniawan Saat Sambutan Dalam KURMA RKI DPC PKS Sungai Kunjang di Graha DPW PKS Kaltim, Minggu 1/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika sosial yang terus berubah, Rumah Keluarga Indonesia (RKI) di bawah naungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan keluarga melalui penguatan spiritual dan intelektual di bulan suci Ramadan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kuliah Ramadan Muslimah (Kurma) yang digelar RKI DPC PKS Sungai Kunjang, Minggu 1 Maret 2026, di Graha DPW PKS Kaltim. Diikuti sekitar 200 peserta, terdiri dari ibu-ibu yang tergabung dalam 11 kelompok RKI PKS Sungai Kunjang.

Teks: Foto Bareng Peserta Dari 11 Kelompok RKI PKS Sungai Kunjang mengikuti KURMA di Graha DPW PKS Kaltim, Minggu 1/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Samarinda Arif Kurniawan menjelaskan bahwa Ramadan tidak boleh dimaknai sebatas menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum strategis untuk memperkuat fondasi keluarga melalui ilmu dan keteguhan iman, terutama di tengah tekanan ekonomi yang kian kompleks.

“Bulan puasa ini bukan hanya soal menahan lapar, tapi juga sarana talabul ilmi. Dengan menimba ilmu, ibu-ibu diharapkan semakin kuat menghadapi ujian kehidupan, apalagi kondisi ekonomi dan perkembangan dunia ke depan yang penuh ketidakpastian,” ujar Arif.

Ia menilai peran ibu sebagai penopang utama ketahanan keluarga semakin krusial ketika situasi ekonomi nasional dan global mengalami fluktuasi. Menurutnya, penguatan jati diri dan pemahaman keagamaan menjadi bekal penting agar keluarga tetap tangguh pasca-Ramadan.

“Harapannya, setelah Ramadan, para ibu tidak hanya lebih kuat secara spiritual, tetapi juga lebih siap secara mental dalam menjaga keluarga di tengah tantangan ekonomi,” tambahnya.

Arif juga menekankan bahwa kegiatan RKI tidak bersifat seremonial musiman. Ia menyebut RKI memiliki pola pembinaan berkelanjutan yang terstruktur hingga ke tingkat kelurahan.

“RKI ini basisnya di kelurahan. Di Sungai Kunjang saja ada 11 kelompok. Kegiatannya rutin bulanan, bahkan ada pembinaan pekanan bagi yang bisa ikut. Ini yang membuat penguatan spiritualnya lebih kokoh,” jelasnya.

Penguatan kapasitas ibu melalui forum-forum seperti Kurma menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan keluarga, terutama menghadapi tekanan ekonomi dan sosial yang terus berkembang.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan bagi para ibu agar lebih tegar dan istikamah dalam menjalani peran keluarga dan sosial, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari setelahnya.

Acara ini dihadiri, Ketua DPC PKS Sungai Kunjang Masrukin Hidayat, serta Ketua BIPEKA DPD PKS Samarinda Ani Damayanti. Kurma kali ini menghadirkan Hayati Fasihah sebagai penceramah.

Related posts

Yadi Ungkap Peran Penting Pers Jelang Pemilu

Arifanza

Ketua FSP Kahutindo Sarankan Lakukan Judicial Review

natmed

Pemilu Damai dan Sukses, Kuncinya Hilangkan Perbedaan

Nediawati