Nasional

Museum Bank Indonesia, Jadi Koleksi Uang Hingga Ruang Edukasi

Teks: Koleksi Uang di Museum Bank Indonesia (foto/Emi)

Jakarta, Natmed.id – Kalau dengar kata museum dan bank, sebagian orang mungkin langsung membayangkan ruang kaku penuh tulisan serius. Tapi Museum Bank Indonesia (MUBI) justru membuktikan sebaliknya.

Museum ini, berada di kawasan Kota Tua Jakarta. Pengujung hanya perlu mengeluarkan Rp5000/per orang, dan akan mendapatkan pengalaman jalan-jalan sambil belajar soal uang, sejarah, dan ekonomi dengan cara yang cukup asyik.

MUBI menempati gedung bekas De Javasche Bank, bank sentral pada era Hindia Belanda yang dibangun pada awal abad ke-19.

Gedung ini mulai difungsikan sebagai museum pada 15 Desember 2006, bertepatan dengan peringatan HUT Bank Indonesia (BI).

Secara historis, De Javasche Bank memiliki peran penting dalam sistem moneter kolonial sebelum akhirnya dinasionalisasi pascakemerdekaan dan bertransformasi menjadi BI pada 1 Juli 1953. Sejarah inilah yang menjadi fondasi utama narasi MUBI.

Para pengunjung diajak menelusuri perjalanan ekonomi Nusantara sejak masa kerajaan, era perdagangan rempah, kolonialisme, masa kemerdekaan, hingga perkembangan sistem keuangan modern.

Ada juga beragam koleksi ditampilkan, mulai dari uang kuno, arsip kebijakan moneter, dokumen bersejarah, hingga replika kegiatan perbankan di masa lalu.

Di dalam gedung tersebut, juga tersaji koleksi alat transaksi tradisional yang digunakan masyarakat Nusantara sebelum mengenal uang kertas dan logam. Tentu ini menjadi pengalaman asyik bagi generasi-generasi muda Indonesia.

Menelusuri lorong per lorong, pengunjung dapat melihat berbagai mata uang logam dan kertas dari berbagai periode, mulai dari era kerajaan, kolonial, hingga masa awal kemerdekaan. Setiap koleksi dilengkapi keterangan mengenai bahan, desain, tahun penerbitan, serta konteks sejarahnya.

Pada bagian lain museum ini, terdapat ruang masa kemerdekaan dan pembentukan BI. Ruang ini memuat koleksi uang Republik Indonesia, dokumen nasionalisasi De Javasche Bank, serta kebijakan moneter awal yang diambil pemerintah Indonesia.

Salah satu daya tarik MUBI adalah ruang simulasi dan interaktif. Pengunjung dapat mencoba simulasi kebijakan moneter, memahami proses peredaran uang, serta melihat bagaimana keputusan bank sentral memengaruhi perekonomian.

“Sehingga interaktif ini, membuat MUBI ramah bagi pelajar dan generasi muda hingga dewasa,”ucap salah satu pengunjung dari Samarinda, Emi saat mengunjungi museum, pada Jumat, 30 Januari 2026 kepada media ini melalui saluran WhatsApp

MUBI tidak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak sejarah, tetapi juga ruang pembelajaran yang menjelaskan hubungan erat antara uang, kebijakan moneter, dan kehidupan masyarakat.

“Museum ini menjelma sebagai pusat edukasi ekonomi yang menyajikan sejarah secara utuh, informatif, dan mudah dipahami,”urainya.

Museum Bank Indonesia di Kota Tua buka pada Selasa hingga Minggu pukul 08.00–15.30 WIB. Museum tutup setiap hari Senin dan hari libur nasional.

Related posts

Yenny Wahid Cabut Dari Komisaris Garuda

Phandu

Kemenkumham Umumkan Jadwal Tahap SKD CPNS

Febiana

Kementan Optimis Wujudkan Kedaulatan Pangan

Arum