Samarinda, Natmed.id – Enam tim yang terdiri dari jurnalis dan perwakilan Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Zona 9 berlaga dalam pertandingan persahabatan mini soccer di Lapangan Aubry Juanda, Samarinda, Jumat 19 Desember 2025. Turnamen persahabatan ini merupakan upaya mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang lebih terbuka antara perusahaan hulu migas dan insan pers di Kalimantan Timur.
Pertandingan mini soccer tersebut mempertemukan enam tim, yakni Samarinda 1, Samarinda 2, Kukar 1, Kukar 2, Balikpapan 1, dan Balikpapan 2, yang memperebutkan hadiah dengan total nilai jutaan rupiah. Kegiatan ini menjadi bagian dari program BASO IGA (Bincang Asik Soal Hulu Migas) yang telah digagas PHI sejak 2021 sebagai wadah temu media.
Perwakilan Head of Communication Relations & CID PHI Zona 9 Annisa Salsabilla mengatakan kegiatan olahraga dipilih sebagai ruang interaksi yang lebih cair dibandingkan pertemuan formal yang selama ini lebih sering dilakukan.
“Ajang olahraga ini menjadi ruang interaksi langsung antara perusahaan dan jurnalis yang selama ini lebih banyak berhubungan dalam konteks formal,” ujar Annisa di sela kegiatan.
Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan struktur internal PHI, khususnya pembagian wilayah kerja Zona 9 yang menaungi sejumlah entitas di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Annisa menjelaskan, Zona 9 merupakan bagian dari anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia yang membawahi beberapa entitas, antara lain Pertamina Hulu Sangga-Sanga, Pertamina EP Sangga-Sanga di Kutai Kartanegara, Pertamina EP Sangatta di Kutai Timur, serta Pertamina EP Tanjung di Kalimantan Selatan.
“Pembagian zona ini bersifat internal, tetapi penting dipahami oleh pihak eksternal, termasuk rekan-rekan media, agar konteks informasi yang disampaikan ke publik lebih utuh,” jelasnya.
Kegiatan BASO IGA PHI Zona 9 sendiri dilaksanakan dua kali sepanjang 2025. Agenda pertama digelar di Tenggarong pada semester pertama, sementara kegiatan mini soccer di Samarinda menjadi penutup agenda semester kedua tahun ini.
Sebelum pertandingan dimulai, seluruh peserta mengikuti registrasi dan pemeriksaan kesehatan atau daily check up (DCU) sebagai bagian dari penerapan standar Health, Safety, and Environment (HSE). Setelah pertandingan berlangsung, kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada tim pemenang.
Annisa menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama meskipun kegiatan berlangsung dalam suasana santai dan nonformal.
“Kami tetap mengedepankan HSE. Setiap peserta diperiksa kesehatannya terlebih dahulu agar kegiatan berjalan aman dan nyaman,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini berperan aktif mengonfirmasi informasi sebelum mempublikasikan pemberitaan terkait industri hulu migas, sehingga membantu mencegah kesalahpahaman di masyarakat.
Menurut Annisa, BASO IGA dirancang dengan format yang fleksibel, tidak hanya olahraga, tetapi juga diskusi, talk show, dan temu wicara tematik terkait isu hulu migas dan tanggung jawab sosial perusahaan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap komunikasi dengan media di wilayah ring satu perusahaan semakin erat dan informasi yang disampaikan ke masyarakat dapat lebih akurat dan berimbang,” pungkasnya.
