Ekonomi

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi DPRD Samarinda Desak Pemerintah Antisipasi Gejolak Ekonomi

Teks: Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda Iswandi Saat Diwawancarai Pada Senin,20/4/26 (Natmed.id/Dewi)

Samarinda, Natmed.id – Kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang melonjak tajam menuai kritik keras dari legislatif di Kota Tepian.

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda Iswandi memperingatkan bahwa kenaikan ini bukan sekadar angka di papan harga SPBU, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi rumah tangga masyarakat Samarinda.

Iswandi menekankan bahwa ketergantungan sektor distribusi pada BBM nonsubsidi untuk kendaraan logistik menengah ke atas akan memicu efek domino yang sulit dihindari.

“Kenaikan harga BBM ini pasti akan berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat. Biaya transportasi itu menyumbang sekitar 30% dari harga pokok produksi (HPP). Jika operasional angkutan barang naik, otomatis harga di pasar juga akan merangkak naik. Ini hukum ekonominya,” tegas Iswandi saat diwawancarai awak media pada Senin, 20 April 2026.

Ia mengkhawatirkan daya beli masyarakat yang baru saja mulai bangkit pascapandemi akan kembali terpukul jika inflasi daerah tidak segera dimitigasi oleh pemerintah kota melalui operasi pasar atau pengawasan rantai pasok.

Selain dampak ekonomi, Iswandi juga menyayangkan pola pengambilan keputusan pemerintah pusat dan Pertamina yang dinilai kurang transparan dalam hal sosialisasi kepada daerah.

“Kebijakan ini sering kali muncul tiba-tiba tanpa ada jeda sosialisasi yang cukup kepada masyarakat di daerah. Akibatnya apa? Terjadi kepanikan, antrean panjang di SPBU, dan ketidakpastian harga di tingkat pedagang eceran. Pemerintah pusat harusnya melibatkan daerah dalam melihat kesiapan psikologis warga,” lanjutnya.

Menyikapi melambungnya harga jenis Dexlite dan Pertamina DEX, Iswandi mendesak instansi terkait untuk menjaga agar BBM subsidi seperti pertalite dan solar tetap tersedia dan tidak bocor ke pihak yang tidak berhak.

“Jangan sampai karena harga nonsubsidi naik drastis, pengguna kendaraan mewah malah ikut-ikutan antre di jalur pertalite. Ini yang harus kita jaga. Kami di Komisi II akan terus berkoordinasi agar kuota BBM subsidi untuk warga menengah ke bawah tetap aman dan tepat sasaran,” tambahnya.

Kenaikan yang terjadi per periode ini memang tergolong sangat tajam, terutama pada lini produk diesel dan bensin kualitas tinggi. Jenis BBM yang Mengalami Kenaikan Signifikan yaitu Pertamina DEX yang kini menyentuh angka Rp24.450 per liter, naik drastis dari harga sebelumnya yang hanya Rp14.800 per liter.

Kemudian Dexlite mengalami lonjakan menjadi Rp24.150 per liter, dari harga sebelumnya Rp14.500 per liter. Lalu Pertamax Turbo juga Menembus angka Rp19.850 per liter, naik signifikan dari posisi sebelumnya di Rp13.350 per liter.

Di tengah badai kenaikan tersebut, beberapa jenis BBM tercatat belum mengalami perubahan harga pertamax tetap bertahan di angka Rp12.600 per liter dan pertamax (Unit Pertashop) terpantau stabil di angka Rp12.500 per liter. Serta, BBM bersubsidi jenis pertalite tetap berada di angka Rp10.000 per liter.

DPRD Samarinda melalui Komisi II berjanji akan terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional Samarinda sebagai langkah antisipasi terhadap dampak langsung dari kebijakan kenaikan BBM nonsubsidi ini.

Related posts

Dukung Pembangunan Terminal Terpadu Pertamina di Palaran, Camat Tekankan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Dewi Ayu Purwati

Penghasilan Menurun, Kafe Ruang Hati Berharap Kebijakan Pemerintah

Febiana

PT BSJ Siapkan Santunan Tambahan Rutin Bagi Penerima BLT

Febiana