Politik

Longsor di Sanga-Sanga Kian Parah, DPRD Kaltim Kawal Pembangunan Turap

Teks: Titik longsor yang ada di Kecamatan Sanga-Sanga. (Dok/DPRD Kaltim)

Samarinda, Natmed.id – Kondisi longsor di ruas Jalan Poros Sanga-Sanga–Dondang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi perhatian serius DPRD Kaltim.

Kerusakan yang terus meluas dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus mengancam akses mobilitas warga di kawasan tersebut.

Komisi III DPRD Kaltim pun turun langsung meninjau lokasi longsor di Kecamatan Sanga-Sanga menyusul banyaknya laporan masyarakat serta sorotan publik terhadap kondisi jalan yang semakin memprihatinkan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi mengatakan terdapat dua titik longsor yang saat ini masuk kategori rawan dan membutuhkan penanganan segera.

“Komisi III melaksanakan monitoring terkait adanya titik longsor di ruas Jalan Poros Sanga-Sanga–Dondang. Ada dua titik longsor di lokasi tersebut dan memang sempat ramai diberitakan serta menjadi aduan masyarakat kepada kami,” ujar Reza, Selasa 12 Mei 2026.

Dalam peninjauan itu, DPRD turut melibatkan sejumlah pihak, mulai dari anggota DPRD Kukar daerah pemilihan Sanga-Sanga, Muara Jawa dan Samboja, pihak kecamatan, hingga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim.

Kondisi di lapangan menunjukkan kerusakan tanah yang cukup serius. Selain faktor kontur tanah yang labil, longsor juga diduga berkaitan dengan dampak aktivitas pertambangan lama di kawasan tersebut.

“Longsor ini salah satunya diduga akibat aktivitas pertambangan terdahulu oleh salah satu perusahaan yang saat ini sudah tidak lagi beroperasi. Selain itu kondisi tanah di lokasi memang tidak stabil,” katanya.

Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa dianggap sederhana karena menyangkut keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur penghubung tersebut.

“Kalau dibiarkan tentu sangat berbahaya. Apalagi jalan ini digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Penanganannya harus cepat dan jangan menunggu kerusakan semakin parah,” tegas politisi Gerindra itu.

DPRD Kaltim juga memastikan akan mengawal rencana pembangunan turap yang disebut telah masuk dalam agenda penanganan pemerintah provinsi tahun ini.

Berdasarkan informasi dari Dinas PUPR-Pera, anggaran penanganan longsor dan pembangunan turap disebut sudah tersedia, meski masih dalam tahap asistensi dan pembahasan teknis.

“Alhamdulillah, berdasarkan informasi dari Dinas PUPR-Pera Kaltim, tahun ini sudah ada anggaran untuk penanganan dan pembangunan turap di lokasi tersebut. Kita akan sama-sama mengawal supaya penanganannya benar-benar menjadi prioritas,” ujarnya.

Meski demikian, DPRD mengaku belum menerima rincian pasti terkait nilai anggaran proyek tersebut. Reza menyebut sejauh ini pihaknya baru memperoleh gambaran umum bahwa dana penanganan telah disiapkan melalui Bidang Bina Marga.

“Secara detail angka anggarannya memang belum disampaikan ke kami. Tapi secara global anggarannya sudah tersedia di Bidang Bina Marga PUPR-Pera,” pungkasnya.

Related posts

Ketua DPRD Pasuruan Ajak Warga Sambut Ramadan Penuh Kepedulian

Sahal

Neni : Masyarakat Tidak Miliki BPJS, Rumah Sakit Tipe D Akan Dibangun.

natmed

LKPj Diberi Nilai Merah Oleh Pansus, Bisa Hijau Jika Sinkron, Abu-abu Bila Tak Sesuai

natmed