Pendidikan

Dihadiri 750 Guru, Plt Kadisdik Samarinda Beri Apresiasi Pelatihan Guru PAUD dan TK

Teks: Plt. Kadisdikbud Kota Samarinda bersama para guru PAUD dan TK usai pembukaan kegiatan pada Senin,27/4/26 (Natmed.id/Dewi)

Samarinda, Natmed.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda Ibnu Araby memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif peningkatan kompetensi tenaga pendidik di wilayahnya.

Teks: Teks: Plt Disdikbud Kota Samarinda Ibnu Araby saat diwawancarai awak media pada Senin,27/4/26. (Natmed.id/Dewi)

Hal ini disampaikan usai menghadiri pelatihan besar yang melibatkan sedikitnya 750 guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) se-Kota Samarinda.

Kegiatan ini dipandang sebagai momentum krusial bagi para pendidik untuk menyegarkan kembali metode pengajaran mereka.

Ibnu Araby mengaku sangat bangga melihat antusiasme para peserta yang tetap tinggi untuk belajar meski di tengah kesibukan mengajar sehari-hari.

“Saya bangga dan berbahagia atas terselenggaranya kegiatan ini. Dihadiri kurang lebih 750 guru PAUD dan TK se-Kota Samarinda, lengkap dengan kepala sekolahnya,” ujar Ibnu Araby saat memberikan keterangan kepada awak media pada Senin, 27 April 2026.

Ibnu menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta. Menurutnya, di tengah keterbatasan anggaran atau masa efisiensi yang sedang dihadapi pemerintah daerah, kontribusi sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi napas segar bagi dunia pendidikan.

Secara khusus, ia menyampaikan terima kasih kepada pihak penyelenggara dan pendukung, termasuk Penerbit Erlangga, yang telah memfasilitasi pertemuan para guru ini.

“Di tengah kondisi efisiensi ini, masih ada pihak ketiga yang peduli menyelenggarakan kegiatan ini dengan CSR-nya. Artinya, kesinambungan ini terus berjalan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan anggaran daerah, kerja sama seperti ini sangat luar biasa,” tegasnya.

Berbicara mengenai substansi pendidikan, Ibnu mengingatkan bahwa mengajar anak usia dini memerlukan kualifikasi mental yang berbeda dibandingkan jenjang pendidikan lainnya.

Ia menekankan bahwa aspek kognitif bukanlah satu-satunya fokus, melainkan pembentukan karakter melalui pendekatan hati.

“Mendidik anak-anak PAUD dan TK ini perlu kesabaran yang besar, perlu kepedulian, dan perlu empati. Tidak semua orang bisa dan sanggup menjadi guru TK/PAUD. Anak-anak balita itu sedang masa-masanya berperilaku seperti itu, dan gurulah yang harus mampu mengayomi,” jelas Ibnu.

Ia juga memberikan catatan khusus mengenai inklusivitas profesi guru PAUD di Samarinda. Kehadiran peserta laki-laki dalam pelatihan tersebut menarik perhatiannya sebagai simbol kepedulian yang melampaui gender.

“Tadi saya lihat ada guru laki-laki juga, itu hebat. Selama ini kita tahu guru TK/PAUD mayoritas perempuan. Artinya empatinya tinggi, dia sangat peduli dengan anak-anak dan mau terjun langsung di dunia pendidikan usia dini,” tambahnya.

Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei mendatang, Dinas Pendidikan Kota Samarinda tidak berencana berhenti pada pelatihan ini saja. Ibnu membocorkan rencana besar untuk menggelar seminar inspiratif yang akan dilaksanakan di Aula Bappeda Samarinda.

Seminar tersebut dirancang untuk melibatkan seluruh elemen organisasi wanita dan penggerak pendidikan di Samarinda guna menyatukan visi dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Insyaallah, apakah sebelum atau sesudah 2 Mei pas Hardiknas nanti, kami akan menyelenggarakan semacam seminar di Bappeda. Saya harapkan yang hadir semua perempuan, mulai dari penggerak PKK, Dharma Wanita, guru-guru, hingga para kepala sekolah,” ungkapnya.

Menariknya, Ibnu menekankan bahwa agenda tersebut akan dijalankan dengan konsep mandiri atau non-budget. Ia ingin membuktikan bahwa keterbatasan dana bukan penghalang untuk melahirkan ide-ide cemerlang di sektor pendidikan.

“Kegiatan itu non-budget. Gimana caranya kegiatan terlaksana tanpa memberatkan kita dan berusaha tidak ke mana-mana biayanya. Seada-adanya saja, yang penting kualitas dan pesan dari acara itu berjalan lancar dan sampai ke para pendidik kita,” pungkasnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kota Samarinda berharap kualitas layanan pendidikan anak usia dini terus meningkat, demi mencetak generasi emas Samarinda yang berkarakter dan memiliki dasar pendidikan yang kuat.

Related posts

105 Peserta Ramaikan Lomba Mewarnai Tema Masjid Mekkah

Sahal

Sekolah Prime, Inovasi Pendidikan Pasuruan Menuju Masa Depan Cemerlang

Sahal

Akademisi Ajak Guru Terus Kembangkan Penulisan Buku

Arum