Samarinda

Musda KAHMI Ke-4, Mudiyat Noor Tegaskan Peran Kader Sebagai Mitra Kritis Pemerintah

Teks: Ketua Majelis Daerah KAHMI Kota Samarinda, Mudiyat Noor saat menyampaikan keterangan pers pada Sabtu,25/4/26 (Natmed.id/Dewi)

Samarinda, Natmed.id – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Samarinda resmi membuka gelaran Musyawarah Daerah (Musda) ke-4 dan Musda Forum Alumni HMIwati (Forhati) ke-4.

Agenda yang berlangsung di tengah dinamika pembangunan Kota Samarinda ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk merumuskan arah gerak baru sekaligus memilih nahkoda kepemimpinan untuk periode mendatang.

Ketua MD KAHMI Samarinda Mudiyat Noor menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pembukaan acara yang dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari pejabat pemerintahan hingga tokoh senior organisasi.

“Agenda pelaksanaan Musda KAHMI Kota Samarinda dan Musda Forhati Kota Samarinda yang keempat, hari ini cukup ramai. Kami mengundang beberapa petinggi dan pengurus, di antaranya Pak Wali Kota Samarinda dan pengurus Presidium KAHMI Provinsi Kaltim,” ungkap Mudiyat Noor saat ditemui usai seremoni pembukaan pada Sabtu, 25 April 2026.

Kehadiran Wali Kota Samarinda Andi Harun dalam acara tersebut tidak hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi juga memberikan pesan khusus mengenai peran strategis alumni HMI.

Mudiyat menegaskan bahwa KAHMI siap menyambut tantangan untuk menjadi mitra yang kritis dalam mengawal kebijakan publik di Kota Tepian.

“Seperti yang disampaikan Pak Wali Kota tadi, beliau menginginkan KAHMI bisa menjadi salah satu penggerak atau kontrol sosial. Baik itu di tingkat Kota Samarinda, Kalimantan Timur, maupun secara nasional. Kita harus hadir memberikan masukan yang konstruktif,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa kekuatan utama KAHMI terletak pada kualitas sumber daya manusianya yang tersebar di berbagai sektor strategis. Ia tidak ingin organisasi ini hanya terlihat aktif pada momen-momen seremonial keagamaan semata.

“Kita sadar bersama bahwa di dalam KAHMI ini banyak tokoh nasional yang multitalenta di berbagai bidang, baik politik, bisnis, maupun pemerintahan. Jadi KAHMI bukan hanya sekadar organisasi yang melaksanakan rutinitas seperti acara lebaran atau kurban saja, tapi menjadi wadah untuk menularkan ide-ide dan pemikiran yang membawa kemajuan di berbagai bidang,” tegas Mudiyat dengan lugas.

Mengingat musda ini digelar menjelang tahun politik Pilkada 2029, spekulasi mengenai arah dukungan organisasi pun muncul.

Namun, Mudiyat Noor memberikan jawaban tegas terkait posisi KAHMI. Ia memastikan bahwa organisasi akan tetap menjaga netralitas dan tidak akan terseret dalam praktik dukung-mendukung secara institusi.

“Karena KAHMI ini banyak warna, ada yang di Golkar, PAN, Gerindra, Nasdem, jadi semua warna ada di sini. Secara berpolitik, KAHMI tidak bermain secara organisasi. Paling yang bermain itu secara perorangan atau pribadi masing-masing kader,” jelasnya.

Melalui Musda ke-4 ini, Mudiyat berharap proses regenerasi kepemimpinan dapat berjalan dengan demokratis dan menghasilkan struktur pengurus yang lebih progresif dalam menghadapi tantangan zaman, terutama dalam menyongsong peran Samarinda sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Harapan kami tentu melalui musda ini lahir kepemimpinan yang solid. KAHMI harus mampu bersinergi dengan semua pihak tanpa kehilangan daya kritisnya. Potensi besar kader-kader kita harus mampu diorkestrasi dengan baik untuk kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya.

Musda yang berlangsung ini dijadwalkan akan menyelesaikan agenda sidang-sidang komisi dan pemilihan formatur pada hari yang sama, dengan semangat kekeluargaan dan perkaderan yang menjadi ciri khas organisasi hijau hitam tersebut.

Related posts

Gabungan Keyboardist Samarinda, Rayakan HUT RI Ke-75 

natmed

Setelah Kasus RSUD IA Moeis, Dinkes Pastikan Layanan Darurat Dibenahi dan Tanpa Penolakan

Aminah

Warga Samarinda Apresiasi Pembagian Takjil Gratis di Kantor Gubernur Kaltim

Dewi Ayu Purwati