Samarinda, Natmed.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda bergerak cepat melakukan pembersihan kawasan pasca aksi unjuk rasa 21 April 2026.
Sebanyak 200 personel diterjunkan untuk membersihkan sampah dan sisa material di sekitar Kantor Gubernur Kaltim hingga Teras Samarinda.
Plt Kepala DLH Samarinda Suwarso menyampaikan bahwa tim kebersihan telah disiagakan sejak sebelum aksi berakhir dan langsung bergerak begitu kondisi dinyatakan aman oleh aparat.
“Sekitar jam 8 malam, setelah pihak kepolisian menyampaikan kondisi sudah aman, tim kami yang sudah menunggu langsung bergerak melakukan pembersihan,” ujarnya, Rabu 22 April 2026.
Dalam proses pembersihan tersebut, DLH mengerahkan berbagai tim, mulai dari pengangkutan sampah, penyapuan, hingga penyemprotan jalan. Total sampah yang berhasil diangkut mencapai lima truk.
“Kita kerahkan sekitar 200 personel, terdiri dari tim pengangkutan, penyapuan, tim taman, sweeper, hingga penyemprotan jalan. Sampah yang kita angkut kurang lebih sekitar lima drum truk,” jelasnya.
Pembersihan yang awalnya ditargetkan selesai dalam dua jam, harus berlangsung lebih lama hingga sekitar pukul 23.00 Wita. Hal ini disebabkan adanya permintaan tambahan untuk membersihkan area halaman Kantor Gubernur hingga bagian belakang.
“Harusnya dua jam selesai, tapi ada permintaan tambahan untuk membersihkan halaman Kantor Gubernur dan sekitarnya, termasuk bagian belakang,” tambah Suwarso.
Meski pembersihan utama selesai pada malam hari, DLH kembali menurunkan tim pada pagi harinya untuk melakukan penyapuan ulang guna memastikan kondisi kawasan benar-benar bersih.
“Pagi tadi kita lakukan penyapuan ulang, karena tadi malam kondisi agak gelap, lampu jalan sempat mati, sehingga mungkin masih ada sampah yang tertinggal,” katanya.
Selain penyapuan, tim juga melakukan pembersihan saluran parit untuk memastikan tidak ada sisa material yang berpotensi mengganggu aliran air.
Sementara itu, proses pembersihan di kawasan Kantor DPRD Kaltim relatif lebih cepat diselesaikan. DLH bahkan telah bersiaga sejak pagi di titik kumpul massa di kawasan Islamic Center.
“Di DPRD, kita sudah siaga sejak pagi, menyiapkan karung di beberapa titik. Sekitar jam 1 siang sudah selesai,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi partisipasi mahasiswa yang turut membantu membersihkan sampah di lokasi tersebut.
“Di sana ada aksi simpatik dari mahasiswa yang ikut membantu memungut sampah, sehingga pembersihan lebih cepat selesai,” tambahnya.
Berbeda dengan di DPRD, pembersihan di kawasan Kantor Gubernur membutuhkan waktu lebih lama karena banyaknya sisa material seperti bongkahan dan sampah berukuran besar.
“Kalau di sini memang perlu waktu lebih lama karena ada sisa-sisa bongkahan batu dan material lain yang harus dibersihkan,” jelas Suwarso.
