Kalimantan Timur

Aksi Solidaritas di Tengah Demo 214, UMKM Minuman Gratiskan 2.000 Gelas untuk Massa

Teks: Lapak Minuman Bu Age Saat Didatangi Oleh Masyarakat Yang Melakukan Demo Untuk Mengambil Minuman Gratis Tersebut Pada Selasa,21/4/26 (Natmed.id/Dewi)

Samarinda, Natmed.id – Suasana di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur tampak padat dan terik pada siang hari. Di tengah kepulan debu dan riuh suara orator aksi Demo 214, sebuah tenda kecil milik pelaku UMKM lokal mendadak menjadi pusat perhatian. Ibu Age, salah satu pemilik usaha minuman, tampak sibuk meracik minuman bersama rekannya.

Namun, ada yang berbeda dari transaksi di lapak tersebut. Tidak ada uang yang berpindah tangan dari para pendemo ke kantong Ibu Age. Ribuan gelas minuman yang disiapkan justru dibagikan secara cuma-cuma sebagai bentuk dukungan logistik bagi massa aksi.

Age menceritakan bahwa awalnya ia dan sahabatnya Reni datang ke lokasi aksi murni untuk menjajakan dagangan mereka secara komersial guna mencari keuntungan dari kerumunan massa.

Namun, situasi berubah ketika beberapa warga yang bersimpati terhadap perjuangan para demonstran datang menghampiri mereka.

“Awalnya kita itu mau jualan, cuma karena ada beberapa masyarakat yang mau nyumbang untuk dibeli semua minumannya untuk para pendemo, jadi mereka berpartisipasi membeli minuman kita untuk dihabiskan bagi masyarakat yang lagi demo,” ungkap Ibu Age saat diwawancara awak media pada Selasa, 21 April 2026.

Donatur-donatur tersebut memilih untuk memborong seluruh stok minuman agar bisa dinikmati oleh para mahasiswa dan peserta aksi lainnya secara gratis.

Meskipun persiapan dilakukan secara mendadak, Age tidak main-main dalam melayani massa. Dengan peralatan sederhana yang dibawa langsung dari rumah, ia berhasil menyediakan pasokan minuman yang cukup besar untuk menghalau dahaga di tengah cuaca Samarinda yang panas.

Ia membawa stok dengan total kurang lebih 2.000 gelas minuman disiapkan untuk hari itu. Menu yang tersedia juga beragam varian mulai dari kopi, es teh, hingga es sirop.

Harga yang ditanggung donatur setiap gelasnya dihargai Rp5.000, yang seluruh biayanya telah dilunasi oleh para donatur. Selain itu, untuk produk makanan, Age tetap mengenakan biaya karena statusnya sebagai barang titipan dari pihak lain.

Menariknya, aksi ini bukanlah bagian dari program organisasi relawan atau lembaga tertentu. Ia menegaskan bahwa keterlibatannya merupakan inisiatif pribadi sebagai pelaku UMKM yang ingin mencoba peruntungan sekaligus membantu sesama.

“Kita benar-benar murni UMKM yang menggratiskan minuman dari masyarakat. Tadi cuma iseng-iseng saya sama sahabat saya, ‘Ayo kita jualan besok’. Kebetulan ini meja dari rumah, peralatan dari rumah,” tambahnya.

Lapak iseng-iseng ini pun berubah menjadi oase bagi massa aksi. Hingga sore hari, ribuan gelas tersebut hampir ludes dibagikan, menandakan besarnya dukungan masyarakat terhadap para pengunjuk rasa yang tengah menyampaikan aspirasi di depan kantor pemerintahan tersebut.

Related posts

Aset RSI Kembali ke Pemprov 3 Desember, Dinkes: Yayasan Bisa Aktifkan Layanan Secara Bertahap

Aminah

PWI Kaltim Bagikan Daging Sapi Kurban dari Rudy Mas’ud Bagi Wartawan Sepuh

Arum

Duka KMP Muchlisa, Rudy Mas‘ud Serahkan Santunan Kepada Keluarga Korban

Nanda