DPRD Samarinda

DPRD Bontang dan Samarinda Punya Kesamaan di Tengah Efisiensi Anggaran

Teks: Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony saat di wawancarai, Selasa, 14/4/26 (Natmed.id/dewi)
Samarinda, Natmed.id–Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony, mengatakan pertemuan dengan anggota DPRD Bontang, lebih banyak diisi dengan diskusi dan pertukaran pandangan terkait pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di masing-masing daerah.
Menurutnya, kondisi fiskal yang menurun memaksa semua pihak melakukan penyesuaian. “Tadi diskusi terkait APBD Bontang dan Samarinda, bagaimana menyelaraskan dengan keadaan fiskal yang menurun dan efisiensi anggaran terjadi di mana-mana,” ungkap Romadhony kepada awak media, Selasa, 14 April 2026

Menuntut DPRD tidak hanya berhenti pada fungsi penganggaran di atas kertas, tetapi memastikan setiap usulan masyarakat benar-benar menembus tahap realisasi.

Fokusnya kini bergeser pada efektivitas pengawalan, bukan sekadar perencanaan.

Srategi yang mengemuka adalah penguatan fungsi reses sebagai basis utama penyerapan aspirasi. Namun, persoalan selama ini bukan pada minimnya usulan, melainkan lemahnya pengawalan hingga masuk ke dalam APBD.

“Intinya itu pengawalan. Karena selama ini kadang ada aspirasi terkait jalan, itu tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bagaimana cara pengawalan kita agar jalan yang rusak itu bisa diperbaiki melalui dana pokir,” ungkap Doni.

Ia menyoroti, tantangan terbesar saat ini bukan hanya keterbatasan anggaran, tetapi memastikan program pokok pikiran (pokir) tidak berhenti sebagai janji politik.

Dalam kondisi anggaran yang dipangkas di berbagai sektor, termasuk di internal sekretariat DPRD, ketepatan prioritas menjadi kunci.

Namun ungkap Doni, diskusi antara dua lembaga legislatif itu pun tidak menghasilkan adopsi program baru secara langsung.

Ia berharap forum tersebut mempertegas kesamaan persoalan yang dihadapi, yakni bagaimana menjaga konsistensi antara hasil reses dan realisasi anggaran.

“Semua juga mengalami pengurangan anggaran. Jadi bagaimana kita bisa mengimplementasikan pokir itu agar bisa diamankan dan dilaksanakan, tidak hanya menjadi janji ke masyarakat,”ucapnya.

Selain itu, ia menegaskan, pertemuan kedua lembaga ini lebih pada penyamaan cara pandang dalam menghadapi tekanan fiskal yang kian ketat, sekaligus memperkuat peran DPRD sebagai pengawal utama aspirasi publik.

“Tidak ada hal yang lebih jauh, kita lebih berdiskusi saja. Bagaimana cara kita di DPRD bisa berkontribusi untuk pokir di Samarinda maupun di Bontang agar bisa dialokasikan hasil reses secara baik,” harapnya.

Related posts

Samarinda Yakin Jadi Kota Lengkap Nyusul Bontang

Muhammad

Tingkatkan Kualitas Hidup, Sri Puji Dorong Peningkatan Anggaran Kesehatan

Laras

Anggota DPRD Sarankan Pemkot Beri Pendamping Medis Pada Relawan

Emi